Kemendikbud Tetapkan SMP 2 Labuhan Badas Jadi Sekolah Penggerak 

SUMBAWA – SMP Negeri 2 Labuhan Badas, tahun ini ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud Ristek. Di Kabupaten Sumbawa, ada 6 sekolah yang mendapat predikat tersebut. Empat sekolah negeri dan 2 sekolah swasta. Selain SMP 2 Lahuhan Badas, ada juga SMP 1 Alas Barat, SMP 2 Alas, SMP 1 Plampang, SMP IT Cendekia dan SMP Al-Kahfi.

Program Sekolah Penggerak diberikan bagi sekolah yang diharapkan dapat melakukan perubahan satu langkah lebih maju disatuan pendidikannya. Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sekolah ini menerapkan Kurikulum Mardeka atau kurikulum baru.

“Alhamdulillah, sekolah kami bersama lima sekolah lainnya di Sumbawa ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud Ristek,” kata Kepala SMP 2 Labuhan Badas, Suyono, S.Pd, Senin (4/7).

Khusus di sekolahnya kata Yon, sapaan akrabnya, satu perubahan lebih maju yang ingin dilakukan seiring penetapan sebagai Sekolah Penggerak adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh warga sekolah. Utamanya bagi siswa agar tidak bosan dengan suasana belajar.

Perlahan namun pasti lingkungan sekolah mulai ditata. Pihak luar mulai diajak untuk menjalin kolaborasi dalam hal pemenuhan sarana prasarana. Hasilnya, pihak sekolah berhasil mendapatkan bantuan paving block dari PT MAN (PLTMG). Bantuan tersebut langsung diserahkan Maintenance Manager, Suroso, kepada kepala sekolah.

Baca Juga:  Seleksi Dewan Pendidikan Dibuka, Pendaftar Baru 4 Orang 

“Jadi nanti lingkungan sekolah ini kita paving block semua. Selain untuk mempermudah pergerakan warga sekolah, lingkungan kita juga bakal terlihat lebih asri. Siswa dan guru pasti merasa nyaman dan betah bila lingkungan sekolahnya bersih,” ujar Yon.

Sekolah Penggerak lanjut dia, juga harus menyiapkan jaringan internet. Sebanyak 40 unit komputer sudah disiapkan. Semua kelas di sekolahnya kini sudah memikiki jaringan internet.

Sebagai wahana meningkatkan literasi dan numerasi peserta didiknya, SMP 2 Lahuhan Badas, juga tengah mempersiapkan digitalisasi perpustakaan. “Sekarang masih dalam proses. Insya Allah, digitaliasi perpustakaan di sekolah kami bulan depan sudah ready,” ucapnya.

Dikesempatan itu Yon mengatakan, bahwa SMP 2 Labuhan Badas, termasuk salah satu sekolah yang menerapkan full day school atau sekolah 5 hari kerja (Sabtu libur). Aktifitas sekolah dimulai dari pukul 07.30 Wita dan berakhir pada pukul 15.35 Wita.

Full day school ini sebenarnya mulai diterapkan sekolahnya pada Tahun Pelajaran 2022/2023. Namun, pihak sekolah sudah melakukan uji coba selama sebulan. Tujuannya, untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan, agar dapat dijadikan rujukan dalam penerapan program Sekolah Penggerak.

Baca Juga:  Revitalisasi SDN Nijang Akhirnya Terealisasi, Telan Anggaran 3,9 M 

Yon mengaku sekolahnya tidak terlalu kelabakan dengan full day school ini. Itu karena program Sekolah Penggerak hampir sama dengan design full day school.

Malah siswa di sekolahnya sangat bersemangat. Bahkan para orang tua wali murid memberikan dukungan 100 persen, setelah sekolah melakukan sosialisasi.

“Sebagai kepala sekolah, saya menilai full day school ini sangat bagus. Anak-anak tidak hanya dijejali dengan ilmu pengetahuan saja. Tapi siswa juga didesign tentang pola pendidikan karakter di sekolah karena di situ ada kesempatan untuk sholat berjamaah termasuk melakukan penelusuran bakat dan minat,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *