SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP melepas rombongan edutrip atau perjalanan edukasi (pendidikan) santri Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela ke Mesir dan Saudi Arabia.
Pelepasan ini diiringi doa dan harapan, agar perjalanan kegiatan ini dimudahkan, penuh keselamatan dan keberkahan. Prosesi pelepasan berlangsung di Lapangan Pahlawan, Rabu, 8 Oktober 2025.
Edutrip kali ini merupakan angkatan ke 5. Rombongan terdiri dari santri putra sebanyak 14 orang dan santri putri 26 orang, dengan guru pendamping 6 orang (2 ustadz dan 4 ustadzah).
Usai acara pelepasan yang dihadiri Kapolres Sumbawa, AKBP Mareita Dwi Ardhini, Wakil Ketua PN Sumbawa Ade Hika, Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiya dan Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitry SH MH bersama sejumlah legislator lainnya, rombongan menuju Bandara Internasional Lombok untuk terbang ke Malaysia, lanjut Mesir dan Saudi Arabia (Madinah dan Mekkah).
Setelah itu, rombongan kembali ke Tanah Air dan melanjutkan edutrip di Jakarta, Bogor dan Bandung. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, dan kembali ke Sumbawa pada 29 Oktober.
Bupati Sumbawa menyampaikan rasa bangga melepas rombongan siswa kelas 12 SMA Dea Malela yang akan menimba ilmu dan pengalaman ke luar negari dalam misi Deutrip atau perjalanan edukasi.
Bupati yang familiar disapa Haji Jarot memakna edutrip ini merupakan momentum yang sarat makna, karena PMI Dea Malela kembali menorehkan jejak prestasinya di kancah dunia, membawa nama baik Sumbawa dan Indonesia.
“Ketika kita bicara tentang PMI Dea Malela, kita sedang berbicara tentang sebuah lembaga pendidikan yang lahir dari visi besar,” ujarnya, dengan ekspresi bangga.
Visi besar itu, lanjut Haji Jarot adalah mencetak insan berilmu, berakhlak dan berwawasan global, tanpa kehilangan akar keislaman dan keindonesiaannya. Sebagaimana harapan dari pendirinya, Prof Dr. H. Din Syamsuddin, tokoh nasional dan internasional putra Sumbawa.
Para santri PMI Dea Malela, menurut Bupati, tidak hanya dibekali ilmu dari ruang kelas, tetapi juga ditempa oleh pengalaman lapangan, pengabdian dan interaksi lintas budaya.
Bupati menyebut salah satu bukti nyata adalah Jambore Dunia Pandu Muslim yang diwakili Pandu Hisbul Wathan santri PMI Dea Malelav di Jakarta, September lalu, adalah ruang aktualisasi nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan dan ukhuwah islamiyah.
Sementara edutrip ke Mesir dan Saudi Arabia adalah perjalanan rohani dan intelektual, menelusuri jejak Peradaban Islam. Menelusuri universitas-universitas besar, dan belajar langsung dari sumber sejarah Islam itu sendiri.
“Ini bukan perjalanan wisata biasa, tetapi perjalanan ilmu, iman dan karakter, dan saya percaya setiap langkah kalian ke luar negeri nanti akan menjadi bekal untuk membangun Sumbawa dan Indonesia di masa depan,” pinta Bupati Jarot.
Untuk itu, ia menyampaikan pesan sekaligus harapan, agar menjadi duta Sumbawa yang rendah hati, cerdas dan berakhlak mulia.
“Di Mesir dan Saudi Arabia nanti, kalian akan bertemu dengan banyak budaya, banyak cara pandang, tapi ingatlah akar kalian adalah Islam dan Indonesia. Kalian berasal dari bumi Sumbawa yang menjunjung tinggi adat Taket ke Nene, Kangila Boat Lenge,” ujarnya.
Edutrip ini, lanjut Haji Jarot, telah membawa semangat baru bagi dunia pendidikan di Sumbawa. Karena itu, atas nama pemerintah daerah, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi PMI Dea Malela dalam membangun sumber daya manusia Sumbawa. Terima kasih spesial disampaikan kepada Pengasuh PMI Dea Malela M. Din Syamsuddin yang menyampaikan sambutan pembuka acara ini.
Untuk diketahui, selain melepas rombongan edutrip atau perjalanan edukasi (pendidikan) santri Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela ke Mesir dan Saudi Arabia, pada hari yang sama Bupati menyambut kepulangan Duta Muda Sumbawa dari Jambore Dunia Pandu Muslim. (PS)






