Badan Gizi Nasional Dukung Keberadaan SPPG di Sumbawa   

Redaksi
8 Sep 2025 12:46
2 menit membaca

SUMBAWA – Badan Gizi Nasional (BGN) mendukung keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa. Dukungan ini dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil dan menyusui.

Hal itu disampaikan Pejabat BGN Indonesia Timur Wilayah 2 dan 3 Badan Gizi Nasional, Khairil Akbar saat menghadiri Launching Dapur SPPG “Ladang Amal Sentosa” Desa Nijang Kecamatan Unter Iwis, Sumbawa, Senin, 8 September 2025. Kegiatan ini dihadiri Bupati Sumbawa, Wakil dan anggota DPRD, Camat, Kades, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Khairil menyampaikan bahwa program ini memiliki misi besar dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat. “Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah agar pertumbuhan mereka lebih optimal. Selain itu, kami juga fokus memberikan dukungan kepada ibu hamil dan menyusui, agar mereka mendapat asupan gizi yang memadai demi kelahiran generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Khairil.

Ia menambahkan bahwa program ini tak hanya menyasar aspek kesehatan, namun juga berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat melalui pembentukan dapur SPPG di berbagai wilayah. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur tersebut akan menciptakan efek multiplikasi (multiplier effect) yang bisa mendorong aktivitas ekonomi lokal. “Kami berharap kehadiran SPPG ini dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar, terutama bagi keluarga yang membutuhkan bantuan finansial dalam memenuhi kebutuhan gizi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khairil juga menyampaikan salam dan dukungan dari Brigjen Ali Sanjaya, yang turut berharap agar program SPPG ini terus berkelanjutan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung distribusi dan efektivitas program.

“Semoga program bergizi gratis ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi terus berkelanjutan demi masa depan generasi bangsa yang lebih baik,” tandas Khairil, seraya menegaskan bahwa launching ini menjadi langkah awal dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem gizi yang sehat dan mandiri di wilayah Indonesia Timur, dengan harapan model ini dapat diterapkan di daerah-daerah lain di masa mendatang. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *