Harga Beras Naik, Diskoperindag Sumbawa Ajak Bulog Intervensi Pasar 

SUMBAWA – Harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Ini diketahui berdasarkan pantauan langsung Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa bersama Bulog Sumbawa di beberapa pasar Kota Sumbawa.

Untuk menstabilkan harga, dua instansi tersebut langsung melakukan intervensi pasar di dua pasar, yakni Pasar Brang Biji dan Pasar Seketeng.

Kadis Koperindag Sumbawa melalui Kabid Perdagangan, Iwan Setiawan di Media Center PWI Sumbawa, Selasa (24/1) mengakui adanya kenaikan harga beras medium dan premium.

Pada pantauan yang dilakukan tanggal 2-6 Januari 2023, sebut Iwan, harga beras medium seperti merk Sakura dan 77 Rp 11 ribu/kg, dan premium (169 dan Srikaya) Rp 12 ribu/Kg. Namun pantauan pada tanggal 9-24 Januari, mengalami kenaikan Rp 1000, sehingga beras medium menjadi Rp 12 ribu/Kg dan premium Rp 13 ribu/Kg.

Kenaikan harga beras ini ungkap Iwan, bukan karena adanya permainan pedagang, tapi karena pola pasokan. Mengingat saat ini bukan musim panen melainkan musim tanam. Selain itu petani tidak memiliki stok beras maupun gabah.

Baca Juga:  BNNK Sumbawa Ajak Warga Desa Boak Jaga Keluarga Dari Bahaya Narkotika 

Kendati demikian kenaikan tersebut berimplikasi terhadap masyarakat selaku konsumen. Karenanya Diskoperindag bersama Dinas Ketahanan Pangan menggandeng Bulog untuk menstabilkan harga maupun pasokan beras.

Hal ini dibenarkan Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Omar Sharif, MT. Pihaknya bersama Dinas Koperindag dan Dinas Pangan melakukan intervensi pasar dengan skema stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama beras medium.

Disebutkan Omar, harga pasokan beras medium dari Bulog ditetapkan sebesar Rp 8.300 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450. Untuk itu para pedagang diminta untuk tidak menjual beras di atas HET.

“Untuk beras, pemerintah memiliki komitmen agar harganya bisa dijangkau dan diakses masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya kenaikan harga maupun kekurangan pasokan. Bulog Sumbawa masih memiliki stok 3000 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat per bulannya hanya 100 ton. Jadi masih ada stok untuk beberapa bulan ke depan. Ketika ada kenaikan harga di pasaran seperti sekarang ini, kita bersama Disperindag melakukan intervensi pasar, menyediakan beras di berbagai titik, pasar, toko ritel dan lainnya. Kita suplay dengan harga sesuai yang kita tetapkan,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *