Kasus PMK Melandai, Disnakeswan Sumbawa Tetap Gencarkan Vaksinasi 

SUMBAWA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinaskaswan) Kabupaten Sumbawa, H. Junaidi, S.Pt., mengatakan, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah setempat mulai melandai, bahkan beberapa pekan terakhir, tercatat nol (0) kasus positif.

Namun demikian ungkapnya, pihaknya terus mengencerkan vaksinasi. Hingga saat ini, progresnya mencapai 39 persen dari total populasi ternak (sapi dan kerbau) di Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, beberapa hari ini berdasarkan laporan teman-teman kita sudah melandai kasus PMK. Namun kita belum berubah status dari merah ke putih. Kenapa demikian, karena memang jika sudah terjangkit butuh waktu, penanganan, dan peroses. Kita gencarkan vaksinasi,” kata Junaidi, saat ditemui, Rabu (23/11).

Baca Juga:  Bersurat ke Provinsi, Sumbawa Minta Pengiriman Ternak Kembali Bisa Dilakukan 

Agar Kabupaten Sumbawa, segera berubah status dari zona merah menjadi putih, ia berharap kepada suluruh peternak agar mengumpulkan ternaknya untuk dilakukan vaksinasi. Petugas melalui UPT Prokeswas selalu siap di lapangan untuk melakukan pelayanan.

Menurutnya, menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi di lapangan, yakni pola peternakan di Kabupaten Sumbawa 60 – 70 persen masih menggunakan metode ekstensif, yakni dilepasliarkan.

“Sekali lagi saya mengajak kepada seluruh peternak mari kumpulkan ternak hubungi UPT Prokeswan terdekat untuk datang melaksanakan vaksinasi. Vaksin sudah siap kapanpun dibutuhkan, karena tidak ada jalan lain yang bisa kita men-zero-kan Sumbawa dari PMK,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *