Menteri PU Tinjau Bendungan Beringin Sila, Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan 

Redaksi
19 Okt 2025 06:47
2 menit membaca

SUMBAWA – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E, melakukan kunjungan kerja ke proyek strategis nasional Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/10).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan pembangunan bendungan yang diproyeksikan menjadi penyangga utama pengelolaan sumber daya air di Pulau Sumbawa.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal,Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, HM. Berlian Rayes S.Ag M.M.Inov serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Menteri Dody menyampaikan bahwa Bendungan Beringin Sila memiliki peran strategis tidak hanya dalam mendukung irigasi pertanian, tetapi juga sebagai fondasi penting bagi pengembangan wilayah yang berkelanjutan.

“Bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga kebutuhan irigasi pertanian tetapi juga sebagai pondasi pengembangan wilayah demi kesejahteraan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mempercepat proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Dody menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam membangun infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.

“Kolaborasi erat antar lini pemerintahan menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur demi kemajuan serta daya saing daerah di tingkat nasional. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Selain meninjau fisik bendungan, Menteri PU juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penebangan pohon besar di sekitar kawasan bendungan guna membuka lahan pertanian, terutama untuk komoditas seperti jagung.

“Penebangan pohon besar dapat menyebabkan tanah cepat kering dan meningkatkan risiko erosi. Saat musim hujan, tanah yang terbawa air dapat mengendap di bendungan, menyebabkan pendangkalan dan menurunkan kapasitas tampung air,” jelasnya.

Menteri Dody mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan lahan dan menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan fungsi bendungan dalam jangka panjang.

“Kami harap masyarakat dapat menanam di lokasi yang sesuai dan tidak merusak lingkungan sekitar bendungan. Menjaga kelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” pintanya. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *