Pasca Kenaikan BBM, Khaeruddin : Konsumsi Masyarakat dan Perekonomian Sumbawa Masih Normal 

SUMBAWA – Sekretaris Dibas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin, SE,M.Si mengatakan berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya pasca kenaikan harga BBM, konsumsi masyarakat dan perekonomian Sumbawa masih berjalan normal.

“Secara umum tidak ada yang signifikan. Tidak ada lonjakan harga yang ekstrim. Distribusi barang juga lancar. Jadi penyesuaian normal, dipengaruhi oleh kondisi pasar saja,” kata Khaeruddin, saat ditemui, Selasa (25/10).

Ia mengakui, awal dilakukan penyesuaian sempat terjadi kepanikan. Namun telah normal kembali seiring waktu. Selain itu, juga telah dilakukan antisipasi dengan membuka pasar murah secara sporadic terhadap beberapa komiditi seperti minyak goreng dan beras.

Baca Juga:  Curhat Warga Saat Kadis Dikbud NTB Jumat Salam di Desa Kakiang, Minta Bantuan Komputer Sampai Mushola

“Pemerintah tetap mengambil kebijakan untuk mengantisipasinya. Seperti pasar murah minyak goreng dan kebutuhan pokok lain termasuk beras. Yang dilakukan oleh tim inflasi daerah bersama bulog. Jadi berjalan beriringan,” jelas dia.

“Tim inflasi memantau ada gejala, kita lakukan pelepasan sporadic beberapa tempat. Alhamdulillah, semua terpantau, terjaga, dan harga tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap menjaga situasi ekonomi dengan melakukan pemantauan setiap hari. Termasuk staf khusus yang melakukan pelaporan langsung ke kementerian perdagangan. “Juga tim inflasi daerah yang kami ikut didalamnya, menjaga kalua ada gejala kenaikan, itu diantisipasi. Isnya Allah, ini kita berusaha menjaga terus agar masyarakat tenang,” ucapnya. (PS) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *