Guru SMAN 1 Sumbawa Siap Promosikan Adat Budaya Samawa di Australia 

SUMBAWA – Dua guru SMAN 1 Sumbawa terpilih mengikuti Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia 2022. Mereka adalah Yeyen Kusuma Wardani, S.Pd dan Irawan Saputra, S.Pd. Nama pertama sehari-harinya merupakan guru Sejarah. Sementara nama terakhir guru PKN.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia merupakan program kemitraan sekolah yang didanai Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) pemerintah Australia yang diselenggarakan Asia Education Foundation (AEF).

Kepala SMAN 1 Sumbawa, Drs. H. Muhammad Tahir, M.Pd mengatakan, program tersebut akan berlangsung selama dua pekan. Para delegasi dijadwalkan berangkat pada 26 Oktober dan kembali ke Indonesia pada 7 November mendatang.

Berbeda dengan SMAN 2 Sumbawa, SMAN 1 Sumbawa bermitra dengan Melbourne High School Australia. Sementara SMAN 2 Sumbawa mengandeng St Margaret’s Berwick Grammar School yang terletak Negara Bagian Victoria, Australia.

Selama berada di Negara Kanguru itu, para guru utusan akan mengikuti pelatihan pembelajaran hingga mendiskusikan berbagai isu pendidikan. Mereka juga berkesempatan untuk mempromosikan adat dan budaya Indonesia dan Sumbawa khususnya.

Baca Juga:  SDN Nijang Tak jadi Direvitalisasi Tahun 2022  

Dijelaskan Haji Tahir, Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia 2022 diikuti 10 sekolah yang dinyatakan lulus seleksi. Di NTB sendiri hanya dua sekolah yakni SMAN 1 Sumbawa dan SMAN 2 Sumbawa. Sementara total pelamar di seluruh Indonesia mencapai 500 sekolah.

”Setiap sekolah diambil 2 orang. Kita usulkan 4 orang, yang lulus seleksi 2 orang,” kata Haji Tahir saat ditemui di sekolahnya, Selasa (14/9).

Dia berharap, program kemitraan ini berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, dan Sumbawa khususnya. Yang tak kalah penting, para guru utusan dapat mempromosikan adat dan budaya daerah kepada mitra.

”Harapan saya, mereka dapat membawa misi promosi budaya Sumbawa khusunya. Dapat meningkatkan kompetensi personal. Sepulang dari sana mereka dapat mengimbas ilmu yang didapatnya, itu yang penting,” ujarnya.

Salah satu guru utusan, Irawan Saputra mengaku beryukur atas keikutsertaannya dalam Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia 2022.

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan. Seperti mengikuti Profesional Learning Program (PLP), sebuah program peningkatan profesionalitas guru BRIDGE. Program tersebut diikuti 46 guru Indonesia-Australia via zoom.

Baca Juga:  Relokasi Tak jadi, SDN Nijang Bakal Direvitalisasi

”Di situ diajarkan kemampuan mengajar kita antar dua guru, atau kerjasama yang akan dikembangkan antara sekolah kami dengan di Australia. Kemudian kemampuan berpikir atau mendesain ide dan pemikiran,” terangnya.

Selain itu dia juga telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mempromosikan adat dan budaya Sumbawa. Meliputi tarian Sumbawa, alat musik tradisional hingga berbagai atraksi budaya seperti lawas hingga ngumang. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *