Cara Trabaser Sumbawa Promosikan MXGP Samota

SUMBAWA – Gabungan Trabaser Sumbawa (GTS) ambil bagian dalam menyukseskan MXGP Samota yang akan digelar 24-26 Juni 2022 mendatang. Para pencinta motor trail itu melakukan promosi MXGP Samota dengan cara konvoi.

Mereka melintasi jalur sepanjang sekitar 50 kilometer. Mulai star di simpang Boak di Jalan Lintas Sumbawa-Bima menuju dalam kota melalui Bukit Tinggi. Kemudian menuju Jalan Soetomo tembus Jalan Kartini, Jalan Garuda ke jembatan Samota.

Setelah melewati jembatan Samota, para trabaser mulai memasuki jalur trabas melalui Cafe Pewe menuju Kelapis, Tanjung Menangis lalu finish di Pantai Ai Loang. ”Kegiatan ini diikuti sekitar seratus peserta Gabungan dari Trabaser Sumbawa,” ungkap penanggung jawab kegiatan, Dedi Sukardi, Minggu (8/5).

Dedi menilai, acara semacam ini sangat efektif untuk mempromosikan MXGP Samota kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus mendukung mengingat MXGP Samota adalah kesempatan besar bagi Sumbawa untuk dikenal dunia. ”Harapannya, semoga (MXGP) ke depannya bisa membantu perkembangan ekonomi dan perkembangan pariwisata Sumbawa,” harap Dedi.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan salah satu komunitas motor trail, Muslimin. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk dukungan dan support komunitas motor trail terhadap pelaksaan MXGP.

Dikatakan, MXGP Samota akan mendatangkan banyak manfaat. Di samping ajang promosi Sumbawa di mata dunia, juga akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karenanya, dia mengajak semua pihak untuk bekerjasama demi suksesnya balap motocross internasional itu. ”Kita sebagai tuan rumah diharapkan tidak menjadi penonton. Tapi harus berkontribusi,” ujarnya.

Baca Juga:  PBSI Sumbawa Tingkatkan Fasilitas GOR Bulutangkis Pragas 

Perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTB, Adrian Etot mengaku apresiatif atas kegiatan yang diinisiasi GTS itu. MXGP sudah harusnya mendapat dukungan penuh trabaser. Terlebih dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan para komunitas motor. Salah satunya untuk tenaga marshal.

Disebutkan Etot, MXGP membutuhkan setidaknya 100 lebih marshal. Dari jumlah tersebut 70 di antaranya akan diambil dari komunitas motor di Sumbawa. Sedangkan sisanya akan didatangkan dari Pulau Lombok.  ”Bagi yang ingin daftar batasnya sampai tanggal 15 Mei paling lama sudah masuk nama ke IMI Provinsi untuk disetor ke IMI Pusat. Syaratnya harus punya KTA IMI atau dari Komunitas yang telah terdaftar sebagai anggota IMI,” kata Ketua Comets Sumbawa ini.

Untuk diketahui, kegiatan yang digagas GTS itu juga digandeng dengan halal bihalal dan silatrrahim antar komunitas motor trail adventur di Sumbawa. Di samping itu, GTS juga menggelar diskusi ringan dengan menghadirkan pelaku wisata hingga perwakilan pemerintah daerah.

Hadir dalam kesempatan itu, Manager Seaside Sumbawa, Ruri Mahmud dan Kepala Bependa Sumbawa, Agus Mustamin.

Dalam kesempatan diskusi bersama trabaser Sumbawa, Ruri Mahmud menjelaskan pentingnya membangun pariwisata berbasis olahraga. Selain sebagai ajang promosi, juga menjadi sumber pendapatan komunitas “Olahraga trabas tidak bisa hanya menjadi sekedar hobi, namun juga mendatangkan pemasukan bagi komunitas trabaser,” ungkapnya

Ia mengatakan banyak hal yang bisa dikonsepkan secara bersama. Diperlukan sinergitas antara pelaku industri pariwisata dengan komunitas trabas. Pihaknya sangat siap memfasilitasi setiap upaya memajukan pariwisata Sumbawa

Baca Juga:  Kejurnas IBCA MMA, Atlet Sumbawa Bawa Pulang 2 Emas   

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapenda Sumbawa, Agus Mustamin menyampaikan bahwa komunitas trabaser dapat terlibat dalam kegiatan MXGP dalam beberapa bidang pekerjaan yang telah disediakan. “Teman-teman trabaser juga dibuka kesempatan sebelum tanggal 15 Mei 2022, mendaftarkan diri sebagai marsal kepada IMI Provinsi. Selain marsal, dibuka juga kesempatan untuk menjadi LO, penghubung antara peserta mxgp dengan pihak panitia,” ucap pembina salah satu club motor trail ini.

Di samping itu dia juga menekankan pentingnya membangun hubungan timbal balik antara pelaku usaha pariwisata pemerintah daerah dan komunitas motor. Selain dapat meningkatkan promosi pariwisata, peningkatan hunian hotel, pendapatan daerah dan juga sebagai sumber pendapatan komunitas motor.

Ia juga menyampaikan Sumbawa memiliki banyak destinasi wisata yang perlu untuk dipromosikan. Nantinya akan banyak pilihan tujuan bagi wisatawan selain gelaran MXGP.

“Ada beberap lokasi wisata yang memiliki potensi seperti ai beling, sarkopagus, dan lain sebagainya. Nantinya selain menikmati gelaran MXGP, wisatawan yang datang ke Sumbawa juga akan di tawarkan berkunjung kelokasi wisata yang ada, dengan begitu nantinya akan dibuatkan paket wisata” tutupnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *