Wisata Pulau Bungin Salah Satu Destinasi di Nusa Tenggara Barat 

Oleh : Erisya Jannah 

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa 

Pulau Bungin merupakan salah satu pulau yang terletak di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Pulau ini memiliki luas 8,5 hektar dengan jumlah penduduk 3.400 jiwa. Bungin bermakna pasir putih yang muncul di tengah lautan. Nama yang cocok bagi sebuah pulau yang berdiri di atas batu karang di tengah lautan.

Yang tidak kalah unik, pulau ini ini juga dihuni sekitar 10 suku. Masyarakat Bungin mayoritas keturunan Suku Bajo, dari Sulawesi, yang dikenal sebagai suku pengembara laut dan penyelam ulung. Pulau bungin di Nusa Tenggara Barat di sebut pulau terpadat di dunia, namun dengan kepadatannya yang membuat pulau bungin menjadi unik dan menarik.

Selain kepadatannya, predikat pulau terpadat di dunia membuat pulau mungil ini menyimpan sederet keunikan. Tak heran, jika pulau ini merupakan salah satu surganya photografer. Di pulau ini Anda bisa menyaksikan langsung kambing pemakan kertas. Tidak adanya lahan pertanian, perkebunan, maupun peternakan membuat satu-satunya jenis ternak yang berada di pulau tersebut, yaitu kambing, terpaksa harus memakan kertas koran, uang yang tercecer, dan baju-baju yang telah robek. Selain itu Anda akan menyaksikan deretan rumah panggung beraneka warna dengan sederet perahu nelayan.

Pulau yang kini sudah terhubung dengan dataran Kecamatan Alas ini perlahan menjadi daerah tujuan wisata bagi para turis. Anda bisa menikmati keindahan sunset atau pun sunrise di sini. Pulau Bungin terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa atau sekitar 70 kilometer dari Sumbawa Besar. Transportasi ke Pulau Bungin bisa ditempuh dalam waktu sekitar enam sampai delapan jam perjalanan menggunakan kendaraan termasuk kapal penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ke Poto Tano, Sumbawa.

Baca Juga:  MXGP Samota 2022, Sumbawa Dapat Apa ?

Tidak seperti pulau pada umumnya, pulau ini tidak akan kita jumpai pantai atau pesisir. Pasalnya, tiap jengkal pulau ini sudah terpajang rumah-rumah penduduk. Begitu menginjakkan kaki di pulaui bungin, kita akan di sambut dengan nuansa perkampungan yang sangat padat. Di kanan kiri akan terlihat rumah-rumah berdiri berhimpitan.

Namun Bungin Island menyimpan sejumlah pemandangan menawan dan juga kisah-kisah menarik untuk anda kulik lebih dalam. Berlibur ke Sumbawa tak hanya datang ke pantainya saja, Pulau Bungin ini misalnya bisa jadi tujuan wisata sejarah anda disini. Jadi tak heran, jika kehadiran pantai-pantai cantik ini menjadi magnet utama yang membawa banyak wisatawan datang ke Sumbawa. Lokasi Pulau Bungin berada di 70 kilometer arah barat dari kota Sumbawa Besar.

Meski tidak memiliki pesisir pantai, pulau bungin terkenal akan wisata kuliner seafood dengan rasa gurih-asin khas desa bungin. Di pulau ini juga tersedia resto apung yang menyajikan banyak hidangan laut. Wisatawan bisa memilih ikan segar langsung dari kolam.

Pulau bungin memiliki dua dermaga dibagian selatan dan baratnya, dermaga ini juga yang menjadi salah satu akses menuju pulau kecil ini.yang tak kalah menarik pulau bungin selalu bertambah luas seiring meningkatnya jumlah penduduk.

Baca Juga:  Bahaya Narkoba Bagi Para Pelajar dan Remaja 

Di pulau ini juga anda bisa menyaksikan langsung kambing pemakan kertas. Tidak adanya lahan pertanian, perkebunan, maupun peternakan membuat satu-satunya jenis ternak yang berada di pulau tersebut, yaitu kambing, terpaksa harus memakan kertas koran, uang tercecer, dan baju-baju yang telah robek. Selain itu anda akan menyaksikan deretan rumah panggung beraneka warna dengan sederet perahu nelayan.

Pulau bungin menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di kabupaten sumbawa. Pulau ini juga memiliki resto apung yang menyajikan banyak hidangan sari laut. Harganya sangat terjangkau. Wisatawan bisa menikmati ikan yang segar, karena bisa memilih langsung ikan dari keramba (kolam penangkaran ikan).

Alternatif lain menikmati pulau bungin adalah menikmati sunset. Duduk di dermaga dengan lingkungan sekitar padat dan ditemani sinar matahari yang mulai redup menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pulau bungin bisa kita jangkau menggunakan perahu motor maupun melewati jalan buatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *