Dua Pilihan Rambo Pasca Dilantik Jadi Anggota DPRD Sumbawa   

SUMBAWA – Muhammad Tayeb telah resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Sumbawa, Senin (5/9). Wakil rakyat dari daerah pemilihan dua (Dapil 2) Sumbawa ini menggantikan Hasanuddin SE melalui proses pergantian antar waktu (PAW).

Namun banyak pendapat masyarakat bahwa jabatan anggota DPRD Sumbawa yang disandang pria yang akrab dipanggil Rambo ini, hanya seumur jagung atau tidak sampai mengakhiri tugasnya sesuai masa jabatan yakni hingga Tahun 2024 mendatang. Alasannya karena Rambo adalah anggota DPRD Sumbawa dari Partai Berkarya. Seperti diketahui, partai besutan Tommy Soeharto itu dipastikan tidak bisa mengikuti pemilu 2024 mendatang.

Partai Berkarya dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi untuk menjadi peserta pemilu. Rambo pun kini dihadapkan pada dua pilihan. Dan, ia harus memilih salah satunya. Jika ingin terus mempertahankan jabatannya sebagai anggota DPRD Sumbawa dari Partai Berkarya, itu berarti ia tidak bisa lagi menjadi caleg untuk pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga:  Ridwan Serap Aspirasi Masyarakat PPN dan Kampung Irian 

Ketika pilihannya tetap ingin menjadi caleg, maka Rambo harus punya ‘gandengan baru’ dengan cara mencari  partai politik lain yang sudah dinyatakan lolos verifikasi. Untuk hal ini, Rambo harus menentukan sikap. Jika benar pindah partai, maka harus melepas jabatannya sebagai anggota DPRD.

Terhadap hal ini, Rambo yang ditemui di Gedung DPRD Sumbawa usai pelantikan, mengakui belum bersikap soal itu. Ia mengaku masih memfokuskan diri untuk mengemban amanah baru sebagai anggota DPRD Sumbawa.

Mengenai kesinambungan karir politiknya, Rambo menegaskan akan ditentukan beberapa bulan mendatang. Sebab berdasarkan tahapan Pileg 2024, masih ada waktu sampai Desember 2022. “Tanggal 13 Desember batas akhir pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, lalu tanggal 14 Desember penetapan peserta pemilu. Jadi pada waktu ini baru saya bersikap,” ungkap Rambo.

Baca Juga:  Sambut Pemilu 2024, Internal DPC PAN Kecamatan Utan Terus Diperkuat

Mengenai parpol yang dipilih sebagai kendaraan politik pada Pileg 2024 jika menjadi Caleg, Rambo belum bisa menjawabnya. Ia akan mengkomunikasikannya dulu dengan DPD maupun DPP. Pasalnya, ada pernyataan DPP pasca tidak lolosnya Partai Berkarya sebagai peserta pemilu, mempersilahkan para kadernya untuk memilih parpol manapun untuk berkontestasi di Pileg 2024. “Belum saatnya saya bersikap, nanti tunggu waktunya,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *