Ini 3 Paket DAK Bidang Amsan Dinas PUPR Sumbawa Tahun 2022

SUMBAWA – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, pada tahun 2022 ini kembali melakukan kegiatan pembangunan instalasi jaringan air bersih dengan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Program ini masih didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler. Ada 11 desa yang mendapatkan program dengan total anggaran 6,492 Miliar tersebut. Desa-desa itu tersebar di 8 kecamatan, mulai dari Kecamatan Alas Barat, Buer, Unter Iwis, Moyo Hulu, Ropang, Tarano, Plampang dan Labangka. “Masing-masing desa dana yang diterima bervariasi. Paling tinggi itu Rp 735 juta dan paling rendah Rp 480 juta. Pengerjaannya pakai sistem tender. Sekarang kita lagi mereview prodak perencanaan terkait harga satuannya,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, melalui Kabid Air Minum dan Sanitasi (Amsan), Muhammad Sofyan, ST, Senin (07/02/2022).

Selain DAK reguler kata dia, pihaknya juga mendapatkan DAK hibah dari APBN untuk pembangunan Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) dan Hibah Air Limbah Setempat (HALS). HAMP ini akan dilaksanakan di 14 desa. Meliputi Desa Labuhan Alas Kecamatan Alas, Desa Sabedo Kecamatan Utan, Desa Luk Kecamatan Rhee, Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu, Desa Langam dan Berora Kecamatan Lopok, Desa Sekokat Kecamatan Labangka, Desa Pemasar dan Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge, Desa Sepakat dan SP II Prodes Kecamatan Plampang serta Desa Lamenta, Desa Boal dan Desa Empang Bawah Kecamatan Empang.

Baca Juga:  Disnakertrans Sumbawa Upayakan Peningkatan Pelayanan LTSA

Sementara HALS tersebar di 11 desa. Yakni Desa Langam Kecamatan Lopok, Desa Batu Bulan dan Leseng Kecamatan Moyo Hulu, Desa Labangka Kecamatan Labangka, Desa Lunyuk Rea dan Desa Suka Damai Kecamatan Lunyuk, Desa Pelat Kecamatan Unter Iwis, Desa Labuhan Alas Kecamatan Alas, Desa Pukat Kecamatan Utan, Desa Labuhan Badas Kecamatan Labuhan Badas serta Desa Jotang Beru Kecamatan Empang. “Untuk HAMP dan HALS ini total dana nya 9,2 M. Yang mengerjakannya nanti dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Rencananya sekitar bulan Maret atau April nanti, konsultan independen yang ditunjuk dari pusat akan turun melakukan verifikasi langsung ke Sumbawa,” kata Muhammad Sofyan.

Terakhir lanjutnya, ada DAK Sanitasi dengan total anggaran Rp 5,083 M. Ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Di sini akan dibangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal dan MCK. Kedua, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Kegiatannya berupa pembangunan tangki septik individual. Yang ketiga adalah penyediaan sarana dan prasana pengelolaan sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).

Baca Juga:  ASN Tolak Vaksin Bakal Disanksi

DAK Sanitasi ini akan dilaksanakan di 10 desa. Yaitu Desa Mapin Beru Kecamatan Alas Barat, Desa Moyo dan Berare Kecamatan Moyo Hilir, Desa Lenangguar Kecamatan Lenagguar, Desa Tatede Kecamatan Lopok, Desa Sepayung Kecamatan Plampang, Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk, Desa Labuhan Alas Kecamatan Alas, Desa Labuhan Badas Kecamatan Labuhan Badas serta Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu. Untuk program SPALD-T dilaksanakan di 5 desa, SPALD-S 1 desa sedangkan TPS3R di 4 desa. “Desa yang dapat SPALD-T diberikan dana sebesar Rp 400 juta, SPALD-S Rp 455 juta dan TPS3R Rp 600 juta. Mulai dari perencanaan, pengawasan sampai dengan pengerjaannya semuanya dilasanakan oleh kelompok masyarakat. Nanti kita juga akan merekrut Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) sebagai tenaga pendampingnya,” terangnya.

Largo sapaan akrabnya, berharap semua program yang didanai dari pusat ini paling telat bulan April sudah terlaksana, sehingga sebelum bulan Desember 2022 dapat dirampungkan sesuai schedule. (PS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *