Jadi Sorotan, TPID Sumbawa Antisipasi Lonjakan Harga Cabai Hingga Beras

admin
17 Mar 2026 04:21
2 menit membaca

SUMBAWA – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memastikan harga bahan pokok (bapok) tetap aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, seperti pelaksanaan pasar murah dan penjualan paket sembako dengan harga terjangkau di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Ketua TPID Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri, TPID mengintensifkan pasar murah dan penjualan paket sembako murah melalui kolaborasi pemerintah, swasta hingga pihak terkait lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Doktor Budi kepada media ini, Selasa (17/3).

Menurut Sekda Sumbawa ini, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.

“Semangat gotong royong semua pihak sangat penting dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas yang kerap memicu inflasi,” jelasnya.

Doktor Budi mengungkapkan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah cabai, yang selama ini sering menjadi penyumbang utama inflasi di daerah. Untuk itu, TPID juga mendorong Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Gerakan Pangan Desa Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayuran.

“Secara historis, inflasi menjelang hari besar keagamaan cenderung meningkat. Karena itu, penguatan koordinasi melalui TPID menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga pangan,” terangnya.

Selain cabai, sejumlah komoditas lain yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu inflasi di antaranya beras, daging ayam, dan bawang merah.

Dalam menjaga ketahanan pangan daerah, TPID juga mendorong integrasi antara petani, pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah daerah dalam satu ekosistem yang kuat.

Adapun langkah konkret yang telah dilakukan meliputi penyelenggaraan pasar murah, penjualan paket sembako murah, peningkatan pengawasan distributor, serta penguatan kerja sama antar daerah.

“Untuk ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, kami pastikan aman. Termasuk kesiapan Bulog dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” pungkasnya. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *