Kukuhkan Pengurus Dekranasda, Bupati H. Jarot Siap Jadikan Tenun Sumbawa Pakaian Dinas ASN   

Redaksi
23 Okt 2025 05:37
2 menit membaca

SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, secara resmi mengukuhkan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa periode 2025–2030, di Ballroom La Grande, Sumbawa Besar, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan  Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda yang dihadiri berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta pelaku kriya lokal.

Hadir dalam acara ini  Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia Lalu Muhammad Iqbal, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, pejabat Forkopimda, para kepala OPD, wakil DPRD, dan perwakilan BUMN/BUMD serta organisasi wanita dan budayawan daerah.

Rangkaian acara diawali dengan  tari Lunte Kemang Tabola dari Sanggar Seni Liser SMAN 2 Sumbawa, dilanjutkan prosesi pengukuhan yang ditandai dengan penyematan pin oleh Bupati dan Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB kepada Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati  Haji Jarot menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar pengurus baru mampu menjadikan Dekranasda sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan bagi para pengrajin lokal.

“Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian, ruang kolaborasi, dan sumber inspirasi bagi kemajuan kriya serta wastra lokal kita,” ujar Bupati.

Ia juga memberikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan sektor kerajinan daerah.

Bupati Jarot menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung penuh arah kebijakan Dekranasda, termasuk usulan penerapan Tenun Sumbawa sebagai pakaian dinas ASN.

“Gerakan ini bukan sekadar peneguhan identitas budaya, tetapi juga strategi ekonomi yang efektif. Setiap pegawai yang mengenakan Tenun Sumbawa berarti turut memberi kehidupan bagi para penenun,” tegasnya.

Ia pun menginstruksikan Sekretaris Daerah dan Asisten untuk menyiapkan regulasi teknis pelaksanaan kebijakan tersebut agar diterapkan secara terjadwal dan konsisten.

Bupati juga menyoroti tantangan regenerasi pengrajin tenun, karena sebagian besar penenun berusia lanjut. Ia mendorong Dekranasda mencari mentor dan pelatih yang mampu menumbuhkan minat generasi muda serta mendorong efisiensi biaya produksi agar harga tenun lebih terjangkau. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *