SMKN 3 Sumbawa Unjuk Hasil Karya Terbaik Siswanya

SUMBAWA – SMK Negeri 3 Sumbawa menggelar pameran hasil karya peserta didik dan start up bisnis, di Taman Budaya Kerato, Sabtu (23/10). Beragam produk hasil karya siswa dari berbagai kompetensi keahlian ditampilkan.

Kompetensi Keahlian Kriya Batik dan Tekstil, menampilkan karya batik tulis ‘Santoana’ dan aneka produk hias batik lainnya.

Desain Komunikasi Visual menampilkan gantungan kunci, lukisan, baju kaos, topi dan gelas yang didesain menggunakan gambar khusus. Animasi menampilkan karya berupa pembuatan film pendek.

Kompetensi Keahlian Multi Media berupa penyiapan studio. Studio yang dinamakan Skagasa Studio itu, digunakan sebagai tempat podcast dan sejenisnya.

Sedangkan Kompetensi Keahlian Tata Busana menampilkan aneka macam pakaian mulai dari pakaian anak-anak, kebaya, jas, pakaian seragam sekolah hingga beragam produk dari kain perca atau kain sisa-sisa pembuatan pakaian.

Selain berupa pajangan, aneka pakaian itu juga dipamerkan melalui fashion show. ”Termasuk fashion show tadi, pakaian yang dipakai adalah hasil karya anak-anak,” ungkap Kepala SMKN 3 Sumbawa, Ir Hasiah.

Pameran adalah bentuk apresiasi sekolah atas karya yang dihasilkan siswa. Selain itu, juga sebagai ajang promosi agar SMK dengan visi Berkarakter, Berbudaya dan Berjiwa Usaha itu semakin dikenal masyarakat. ”Selama ini masih banyak masyarakat yang awam terhadap SMK. Kadang kala masyarakat menilai SMK itu biasa-biasa saja. Hari ini kita buktikan bahwa SMK itu bisa berkarya,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Perbup 33, 11 SMP di Sumbawa Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah

Ada dua metode pembelajaran yang diterapkan dalam melahirkan sebuah karya. Pertama Project Based Learning (PjBL), sebuah metode pembelajaran berbasis proyek. ”Di sini nuansa industri dan budaya kerja industri dibawa ke sekolah,” terangnya.

Kedua Produk Based Learning (PBL). Sebuah metode pembelajaran berbasis produk. ”Jadi anak-anak dibekali dengan keterampilan,” imbuhnya.

Diungkapkannya, SMKN 3 Sumbawa memiliki sejumlah core business (Bisnis inti). Desain Komunikasi Visual (DKV), Animasi, Batik dan Tekstil (BT), Multi Media (MM) dan Busana.

Sedangkan core pendukung, yakni Bisnis Manajemen (Bisman). Meliputi Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Akutansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (TKP).

Dengan berbagai kompetensi keahlian, lulusan SMKN 3 Sumbawa, diharapkan bisa melahirkan berbagai karya dan keterampilan sesuai kebutuhan Dunia Usaha Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Sementara itu, Bupati Sumbawa, yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumberdaya Aparatur dan Kemasyarakatan, Drs Zainal Abidin mengaku apresiatif atas terselenggaranya pameran. Kegiatan dinilai bermanfaat, menyenangkan sekaligus mengedukasi. ”Para siswa dan guru telah mampu mengejawantahkan visi-misi Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban melalui karya-karya terbaik,” ucap Zainal.

Baca Juga:  Program Sekolah Penggerak Tahap II Diluncurkan Kemendikbud Ristek

Menurutnya, ruang kegiatan sebagai wadah bagi siswa menampilkan karya masih minim. Seperti pameran secara berkala, atau kegiatan lainnya yang mampu menghadirkan apresiasi dan pemahaman publik di Kabupaten Sumbawa.

Karenanya, kegiatan semacam ini tidak henti sampai di sini. Melainkan berkelanjutan agar mampu mencetak siswa SMK yang kompeten serta mampu memproduksi barang atau jasa sesuai standar dunia usaha dan dunia industri.

”Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan feedback (umpan balik) positif bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusannya ke depan,” tandasnya. (PS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *