Puluhan Juta Uang Tabungan Siswa SDN 11 Sumbawa Raib

SUMBAWA – Puluhan juta uang tabungan milik siswa SD Negeri 11 Sumbawa, raib. Diduga, uang tabungan siswa dipinjam oknum guru, namun belum dikembalikan.

Terungkapnya kasus ini setelah wali murid mempertanyakan keberadaan uang tabungan anak-anak mereka.

Plt Kepala SDN 11 Sumbawa, Erdawati, S.Pd, membenarkan adanya masalah tersebut. Menurutnya, total uang tabungan siswa berdasarkan buku tabungan masing-masing siswa sejumlah Rp 203 juta.

Namun, angka ini berbeda jauh dengan jumlah uang pada buku tabungan yang dipegang oleh bendahara sekolah.

“Setelah saya cek di buku tabungan siswa, totalnya 203 juta. Lebih besar dari jumlah yang ada di buku besar. Riilnya di rekening hanya 57 juta,” ungkap Erda, saat dikonfirmasi, Senin (18/10).

Setelah ditelusuri kata dia, uang tabungan siswa ternyata telah dipinjam oleh sejumlah guru di sekolah tersebut. Ini terjadi saat kepala sekolah sebelumnya masih menjabat.

Dijelaskan Erda, yang juga Kepala SDN 2 Sumbawa ini, ada empat guru yang meminjam tabungan siswa ini. Jumlahnya bervariasi. Paling banyak dipinjam oleh bendahara lama, yang setelah ditotal mencapai di atas Rp 100 juta.

Baca Juga:  Wabup Novi Ingatkan Kasek Miliki 5 Kompetensi Dasar 

“Saat bendahara lama pensiun, dibuat surat pernyataan oleh kepala sekolah sebelumnya hanya Rp 96 juta. Tapi setelah saya total jumlahnya Rp 111 juta,” sebutnya.

Selaku Plt Kepala SDN 11 Sumbawa, Erda telah berupaya mengembalikan uang tabungan tersebut. Meski sempat kesulitan lantaran ke empat guru bersangkutan sudah tidak ada lagi di sekolah.

“Mereka sudah tidak ada di sekolah. Ada yang pensiun, meninggal dunia dan telah pindah tugas,” terangnya.

Dengan segala upaya, sebagian besar uang tabungan siswa telah berhasil dikembalikan. Hanya tersisa sekitar Rp 30 juta yang tidak diketahui keberadaannya. Sisi lain, tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab atas uang tersebut.

“Kalau yang lainya sudah cicil. Bendahara lama hanya membayar 96 juta sesuai di surat perjanjian. Nah, sisanya itu yang saya tidak tau siapa yang harus bertanggung jawab. Apakah yang buat surat pernyataan (kepala sekolah sebelumnya) atau bendahara lama,” ujar Erda.

Baca Juga:  Kesepian Ditinggal Istri Merantau, Bapak 'Garap' Anak Kandung

Uang tabungan yang telah berhasil dikembalikan, sebagian telah dibagikan kepada sebagian siswa pemilik tabungan. Sementara siswa yang belum kebagian, rencana akan diserahkan pada akhir Oktober 2021 mendatang.

“Kelas enam yang sudah lulus sudah dibagikan. Yang kelas lima, yang kelas enam sekarang juga sudah. Hanya tinggal lima kelas aja yang belum. Kelas III-A, IV-A, IV-B, V-A, V-B, yang belum,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *