Jadi Tuan Rumah, LKS NTB 2022 di Sumbawa Bakal Diikuti 1000 Peserta 

SUMBAWA – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa (SMK/SLB) tingkat Provinsi NTB Tahun 2022 kembali digelar. Untuk tahun ini, Kabupaten Sumbawa, mendapat kehormatan ditunjuk sebagai tuan rumah di kegiatan yang dilaksanakan pada 19-23 Juni mendatang ini.

Untuk diketahui, LKS adalah kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang sekolah kejuran sesuai bidang keahlian yang diajarkan di sekolah bersangkutan. Kegiatan itu rencananya akan diikuti 1000 peserta dari seluruh SMK yang di NTB.

”Perwakilan masing-masing sekolah ada 10 siswa. Angka 1000 ini termasuk guru pendamping, kepala sekolah dan keluarga yang akan ikut mendampingi,” ungkap Kepala Kantor Cabang Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Nasrullah Darwis, M.Pd, Senin (6/6).

Ini pertama kalinya Kabupaten Sumbawa menjadi tuan rumah. Momennya pun tepat karena berdekatan dengan pelaksanaan MXGP Samota, yang digelar tanggal 24-26 Juni 2022. ”Jadi LKS ini juga menjadi bagian dalam menyukseskan MXGP,” kata Nasrullah Darwis.

Baca Juga:  Cara Dikbud NTB Sukseskan MGXP, Gelar Karnaval Hingga Nonton Bareng 

Nas, sapaan akrabnya, memastikan pelaksanaan LKS tahun ini bakal berlangsung meriah. Kegiatan akan digandeng dengan pawai yang melibatkan peserta dan siswa SD/SMP di Sumbawa. Kemudian ada juga pentas seni hingga expo hasil karya siswa SMK.

”Kalau pawainya diselenggarakan tanggal 19 Juni, sore. Star di kantor bupati, finisnya lapangan pahlawan. Pentas seni dilaksanakan tanggal 20-22 Juni di halaman kantor bupati. Ekspo hasil karya siswa SMK tempatnya di UTS. Dihadiri perwakilan SMK di NTB dari 19 sampai 23 Juni,” terangnya.

Lalu bagaimana dengan penginapan peserta LKS nantinya? Seperti diketahui, pelaksanaan MXGP Samota bakal menyedot ribuan penonton. Panitia sendiri menargetkan 5000 orang, ditambah lagi dengan pembalap beserta krunya yang mencapai 500 orang.

Para pembalap dan timnya akan menempati 6 hotel yang telah disiapkan Pemda Sumbawa. Bahkan, disiapkan hotel terapung, 7000 tenda glamping, 800 homestay dari rumah-rumah penduduk dan hotel tidak berbintang untuk mengantisipasi kekurangan.

Untuk masalah penginapan mantan Kepala SMK 3 Sumbawa ini menegaskan, panitia LKS telah menyiapkan skenario tersendiri. Yakni memanfaatkan sekolah-sekolah sebagai tempat penginapan bagi peserta. Bisa dengan memanfaatkan ruangan yang ada maupun dengan cara membangun tenda.

Baca Juga:  SMPN 2 Moyo Hilir Krisis Air Bersih 

”Untuk megantisipasi kesulitan tempat inap, sekolah SMA SMK dalam kota disiapkan untuk tempat penginapan. Pesertanya bisa berkemah. Kan saat itu anak-anak sudah libur,” ungkapnya.

Dia berharap pelaksanaan LKS berjalan lancar. Sementara bagi peserta yang sukses keluar sebagai juara, mereka berhak mewakili NTB di ajang LKS tingkat nasional. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *