Lewat Lomba, Dispussip Sumbawa Siapkan Perpustakaan Penuhi Standar

SUMBAWA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa, terus meningkatkan kualitas perpustakaan di Kabupaten Sumbawa. Salah satunya melalui lomba perpustakaan.

Lomba perpustakaan itu diikuti oleh SMA/SMK dan Desa Se Kabupaten Sumbawa. ”Penilaian sedang berjalan. Sampai minggu depan, selama dua minggu untuk 24 kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, SPd,  saat berkinjung ke SMKN 3 Sumbawa, Selasa (26/10/2021).

Penilaian ini menurutnya, bukanlah untuk menyiapkan perpustakaan tersebut menjadi juara lomba. Namun, hakikinya lebih menyiapkan agar perpustakaan ini memenuhi standar sesuai peraturan yang berlaku.

“Kan perpustakaan yang terstandar itu tehnisnya sudah diatur. Nah, itu yang sedang kami lakukan sekarang. Jadi, penilaian ini tujuannya bukan untuk mencari juara. Tapi lebih kepada bagaimana menyiapkan perpustakaan yang tertandar. Tentunya, sesuai aturan yang berlaku,” kata Haji Sahril.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan warga sekolah kata dia, tentulah dibutuhkan perpustakaan yang terstandar. Lewat penilaian inilah nantinya diketahui, mana keunggulan dan kekurangan dari perpustakaan tersebut, untuk kemudian dapat dibenahi. “Di sinilah fungsi dan tugas pokok kami (Dispussip), melakukan pembinaan nantinya,” tandasnya.

Baca Juga:  Tinggi, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumbawa 

Dari beberapa perpustakaan yang sudah dikujungi pihaknya ujar Haji Sahril, mayoritas sudah memenuhi standar. Cuman masih banyak yang akreditasi kategori baiknya, belum terpenuhi. Terutama perpustakaan milik sekolah.

Supaya akreditasi ini bisa terpenuhi, Dispussip Sumbawa, akan melakukan pemetaan terhadap seluruh perpustakaan milik sekolah dan desa. Dengan pemetaan ini, maka bagian-bagian mana saja yang harus ditingkatkan dan dipercepat perbaikannya terlihat dengan jelas.

“Tapi bagi kami bukanlah peningkatan yang diinginkan, tapi percepatan. Peningkatan itu bagi kami kinerja yang biasa. Kinerja yang baik menurut kami adalah, terjadinya percepatan pelayanan yang terstandar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lewat kegiatan ini pihaknya lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabuaten Sumbawa itu, juga ingin memberikan pandangan kepada pengelola perpustakaan baik di desa atau sekolah, maupun pengelola taman bacaan, untuk mulai menggeser tentang paradigma perpustakaan.

Baca Juga:  Bulan Ini, Disnakertrans Sumbawa Mulai Bahas Penetapan UMK 2022  

Jika dulu perpustakaan sebagai tempat membaca dan meminjam buku, maka sekarang perpustakaan harus dijadikan tempat atau lokus mensejahterakan masyarakat. Tentunya, lewat jalur membaca.

“Perpustakaan sekarang harus berbasis inklusi sosial. Perpustakaan juga harus jadi motor utama dalam upaya mensejahterakan masyarakat lewat jalur membaca. Dengan pemberian layanan yang baik dan menyenangkan, kita berharap pembudayaan literasi ke depan akan lebih baik lagi,” demikian Haji Sahril. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *