Ditegur Saat Pesta Miras, Sekelompok Pemuda Keroyok Anggota Polisi

DOMPU – Anggota polisi berinisial S, menderita luka parah di bagian kepala setelah dikeroyok sekelompok pemuda di Cabang Banggo, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Jumat (15/10), sekitar pukul 17.40 Wita.

Polisi yang bertugas di Polsek Manggalewa ini, langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan medis.

Hanya dalam waktu singkat 6 orang terduga dibekuk polisi. Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran.

Keenam pemuda yang di antaranya pelajar ini adalah DS (19), FR (17), FK (21), dan TH (19)—keempatnya warga Desa Anamia, serta RI (17) dan AD (16)—pelajar asal Desa Soriutu.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kejadian berawal ketika korban yang berada di dalam rumah mendengar suara anak-anak muda yang berteriak.

Karena di depannya, korban keluar dan melihat sekelompok pemuda sedang pesta minuman keras, tepat di depan toko milik korban.

Baca Juga:  Mobil Terbalik, Satu Orang Meninggal Dunia

Korban menghampiri sekaligus menegur mereka agar tidak minum miras. Teguran itu tak diterima dan meminta korban untuk tidak ikut campur. Percekcokan pun terjadi.

Tanpa diduga salah seorang dari kelompok itu mengambil sebuah batu langsung memukul korban sebanyak tiga kali. Dua di antaranya mendarat di kepala sebelah kiri korban dan sekali mengenai punggung.

Terduga lainnya ikut mengeroyok korban. Warga yang melihat pengeroyokan itu langsung bergerak mengamankan beberapa di antaranya. Bahkan ada yang dihakimi massa.

Mendapat informasi ini, Kepala SPKT I Polsek Manggelewa, Safrin bersama anggota meluncur ke TKP, langsung mengamankan 2 terduga pengeroyokan yang telah diamankan warga.

Keduanya sempat melawan polisi dan melarikan diri. Namun dikejar dan kembali ditangkap, kemudian diangkut ke Polres Dompu. Sementara terduga lainnya berhasil ditangkap. Dari 8 orang, 6 orang yang sudah diamankan, dua lainnya masih dalam pengejaran.

Baca Juga:  Dipicu Cemburu, Seorang Pria Tebas Pacar Mantan Istri 

Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik, SH, membenarkan anggotanya yang menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda. Pengeroyokan itu terjadi karena para pemuda yang sedang pesta miras, keberatan ditegur korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di kepala dengan 8 jahitan serta bengkak dan memar akibat pukulan batu.

“Dua orang terduga lainnya belum ditangkap. Sekarang masih dicari,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *