Mahasiswa Program Doktor UMM Laksanakan PKM di TPQ Bidayatul Haq Desa Penyaring 

Redaksi
22 Mei 2025 02:13
2 menit membaca

SUMBAWA – Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) semester II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di TPQ Bidayatul Haq, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, sejak tanggal 29 April hingga 30 Mei 2025.

Kegiatan ini diikuti lima mahasiswa doktoral UMM dari wilayah NTB dan NTT, dengan Abdurrahman, M.Pd.I sebagai Ketua Kelompok Wilayah NTB-NTT. Abdurrahman menyampaikan terima kasih kepada pihak TPQ Bidayatul Haq, yang telah bersedia menjadi mitra kegiatan pengabdian.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan mengantongi izin resmi dari Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bentuk aktualisasi keilmuan dan pengabdian seorang ilmuwan di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah menghadirkan kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengentasan buta aksara Arab di tingkat dasar,” ungkap Abdurrahman, Kamis (22/5).

Model pelaksanaan kegiatan menggabungkan dua pendekatan. Yakni daring (online) dan luring (offline) secara partisipatif. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan, pembinaan langsung kepada guru TPQ, serta pendampingan santri dalam membaca dan menulis huruf Arab (huruf hijaiyah).

Program dalam Observasi Program Mata Kuliah PKM ini memfokuskan pada pendampingan pengentasan buta aksara Arab di TPQ Bidayatul Haq dengan metode kolaboratif.

Sementara itu, pengelola TPQ Bidayatul Haq, Abdul Hakim, A.Ma, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas pelaksanaan PKM oleh mahasiswa Program Doktor UMM di lembaga yang ia kelola. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk perbaikan dan kemajuan TPQ ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan memilih TPQ kami sebagai mitra kerja. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi awal bagi kemajuan TPQ Bidayatul Haq dalam mengejar ketertinggalan dari TPQ lain yang lebih dulu maju,” ungkapnya.

Pihak TPQ dan tim pengabdian berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk memperkuat literasi keagamaan dan kualitas pendidikan Islam di desa-desa terpencil. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *