Wabup H. Ansori Tegaskan Targetkan Penurunan Stunting Sumbawa Semakin Signifikan

admin
30 Jul 2026 13:58
2 menit membaca

SUMBAWA – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Pertemuan Jejaring Stunting dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di La Grande Ballroom, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mewujudkan generasi Sumbawa yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wakil Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa hadir bersama para kepala perangkat daerah terkait, Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa, serta Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH menyampaikan bahwa pertemuan jejaring stunting bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting.

Disampaikan pula bahwa prevalensi stunting Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 tercatat sebesar 29,7 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, masih terdapat 3.225 balita yang mengalami stunting sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan secara terpadu dari seluruh pihak.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Rujukan Pemeriksaan Balita Stunting antara Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran perangkat daerah terkait. Selain itu, Wakil Bupati menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Karang Dima atas keberhasilannya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori mengingatkan bahwa tim percepatan penurunan stunting harus lebih banyak melakukan aksi nyata di lapangan daripada hanya menyelesaikan pekerjaan administratif.

“Saya ingin tim terus bergerak. Jangan hanya bekerja di atas meja, tetapi hadir di tengah masyarakat, mendampingi keluarga yang membutuhkan. Mulai Agustus nanti kita perbanyak aksi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap ikut turun agar hasilnya benar-benar terlihat. Harapan kita, angka stunting terus menurun, bahkan kalau bisa mencapai nol persen,” tegasnya.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk memperkuat budaya hidup sehat sebagai fondasi pencegahan stunting. Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *