Penerima Manfaat Program MBG di Sumbawa Baru 16,8 Persen 

Redaksi
1 Nov 2025 02:18
2 menit membaca

SUMBAWA – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sumbawa, mencatat hingga November realisasi penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru di angka 16,8 persen.

“Jumlah penerima manfaat untuk MBG baru 33.291 orang yang bisa kita layani dari total keseluruhan 198.667 orang. Artinya realisasi kita baru diangka 16,8 persen dari target,” kata Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Dr. Rusmayadi, Sabtu (1/11).

Saat ini Sumbawa baru memiliki 10 SPPG yang beroperasi dari total kebutuhan sebanyak 67. Jumlah tersebut dianggap sangat realistis, karena Sumbawa sangat luas, belum lagi ada beberapa wilayah yang masuk dalam kategori 3 T (Terjauh, Terluar, dan Tersulit).

“Dari 67 SPPG yang diajukan tersebut kita bagi dalam tiga bagian yakni enam SPPG diajukan melalui APBN, 29 SPPG untuk daerah terpencil dan 32 SPPG yang diajukan secara mandiri,” sebutnya.

Rusmayadi pun meyakinkan, bahwa kebutuhan SPPG tersebut sudah diusulkan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Namun hingga saat ini pihaknya belum menerimanya informasi lebih lanjut atas usulan tersebut apakah akan disetujui semua atau secara bertahap.

“Kami sudah ajukan untuk kebutuhan tambahan SPPG tersebut, tetapi kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari BGN. Kami berharap usulan ini bisa disetujui,” ujarnya.

Ia pun berharap, rencana usulan penampahan dapur MBG ini bisa segera terealisasi. Sehingga upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang bisa terealisasi dengan penyiapan gizi yang baik.

“Semoga kalau tidak ada hambatan dalam waktu dekat sudah mulai eksekusi pembangunannya sehingga operasional dapurnya bisa dilakukan di awal tahun nanti,” harapnya.

Pemerintah daerah lanjutnya hanya diminta menyiapkan lokasi saja sementara untuk sumber daya manusianya (SDM) langsung dari BGN. Kendati demikian, pemerintah juga akan segera berkoordinasi dengan BUMDes dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan.

“Tetap akan kita libatkan sektor ekonomi lokal masyarakat, sehingga keberadaan dapur tersebut akan memberikan dampak yang luas bagi perekonomian masyarakat di sekitar lokasi dapur,” pungkasnya. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *