
SUMBAWA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa, AKBP Denny Priadi, S.Sos., menegaskan bahwa narkoba kini menjadi ancaman terbesar bagi masa depan bangsa. Bahkan, menurutnya, Indonesia telah menjadi salah satu pasar narkoba terbesar di dunia.
AKBP Denny mengungkapkan bahwa sejak tahun 2016, BNN Kabupaten Sumbawa telah menangani rehabilitasi terhadap 587 orang penyalahguna narkoba, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif.
“Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman narkoba di kalangan generasi muda yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Selasa (14/10).
Berdasarkan data survei terbaru, AKBP Denny menyebutkan, angka penyalahgunaan narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 1,63 persen, atau sekitar 163 orang per 1.000 penduduk. Tak kurang dari delapan desa di NTB kini masuk dalam kategori rawan narkoba, termasuk salah satunya yang berada di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Yang lebih memprihatinkan, menurut AKBP Denny, peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini sudah menyasar hingga ke jenjang sekolah dasar.
“Ini menunjukkan bahwa ancaman narkoba telah memasuki ruang pendidikan. Karena itu, BNN Sumbawa akan fokus memperkuat pencegahan di dunia pendidikan, dengan menggandeng sekolah dan lembaga pendidikan secara masif,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan berbasis keluarga, BNN Sumbawa juga menjalin kerja sama strategis dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
“PKK memiliki jaringan yang sangat luas dan menjangkau hingga ke tingkat keluarga. Kolaborasi ini akan jauh lebih efektif dalam pencegahan peredaran narkoba hingga ke akar rumput,” pungkas AKBP Denny. (PS)
Tidak ada komentar