
SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Yayasan Bestungil Karya Mandiri untuk menghadirkan dapur MBG di Kabupaten Sumbawa. “Ini program luar biasa. Target nasional masih jauh, dan Sumbawa sebelumnya tergolong daerah yang rendah cakupannya. Tapi kini, dengan hadirnya dapur MBG, kita punya harapan besar mencetak generasi emas,” ungkap Bupati saat Grand Opening Dapur MBG Bestungil, Senin (8/9/25).
Dihadiri Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori, Sekda Dr. H. Budi Prasetiyo, Wakil Ketua DPRD, Zulfikar Demitry SH MH, Dandim 1607, Letkol Kav Basofi Cahyowibowo ST, Wakapolres, Kompol Ricky Yuhanda SIK dan pejabat lainnya, Bupati yang disapa Haji Jarot ini menyoroti tantangan teknis, mulai dari perbedaan latar belakang anak-anak hingga risiko operasional yang tinggi.
“Program makanan bergizi ini bukan bisnis biasa. Butuh ketekunan, profesionalisme, dan dedikasi tinggi. Sedikit kesalahan bisa jadi isu nasional. Tapi kalau berhasil, dampaknya luar biasa baik dari segi gizi maupun ekonomi,” tambahnya.
Selain manfaat gizi, dapur MBG dinilai memiliki efek berantai yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Dengan 50 dapur aktif, diperkirakan 200.000 orang akan menerima manfaat langsung, dan 2.500 tenaga kerja terserap dari operasional dapur. Selain itu, petani lokal, nelayan, dan pedagang kecil akan lebih berdaya melalui peningkatan permintaan bahan pangan seperti beras, sayur, ikan, dan buah-buahan.
Di bagian lain Bupati Haji Jarot juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sikap saling pengertian dalam menjalankan program sosial semacam ini. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu membesar-besarkan jika terjadi kekurangan kecil dalam pelaksanaan di lapangan.
“Setiap orang, terutama anak-anak, memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Reaksi terhadap makanan pun bisa beragam. Ada yang hari ini baik-baik saja, tapi besok bisa merasa kurang nyaman, bukan karena makanannya salah, tapi karena kondisi tubuh atau latar belakangnya berbeda,” ungkap Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa dalam proses pelayanan dan kekurangan kecil adalah hal yang wajar. Kondisi ini bukan berarti program tersebut gagal, namun justru menjadi kesempatan untuk memperbaiki dan berbenah bersama.
“Kalau hari ini telurnya enak, besok tempe, lalu lusa menunya sama lagi, itu biasa. Apalagi kalau di daerah pegunungan, telur dan daging itu sudah sangat luar biasa nilainya. Jadi, kalau ada yang merasa bosan, itu bukan kesalahan siapa-siapa. Ini usaha sosial, bukan bisnis hotel,” tambahnya.
Bupati Sumbawa tak lupa mengapresiasi Yayasan Bestungil Karya Mandiri yang dinilainya berani mengambil peran dalam bidang sosial yang kerap dihindari banyak pihak karena takut disalahpahami jika ada kekeliruan kecil. “Yayasan Bestungil Karya Mandiri ini luar biasa. Kiprahnya bisa menjadi contoh, bukan hanya di Sumbawa, tapi bisa juga menjadi model di kabupaten-kabupaten lain ke depan,” puji Bupati.
Peluncuran Dapur MBG ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat Sumbawa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat kurang mampu. Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama berbagai elemen masyarakat siap mendukung dan mengawal program ini agar berjalan lancar dan berkelanjutan. (PS)
Tidak ada komentar