Aksi Balas Dendam, Satu Nyawa Melayang di Plampang

SUMBAWA – Satu nyawa melayang dalam aksi balas dendam yang terjadi di Desa Muer Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (17/5/25).

SA (45) ditemukan tewas bersimbah darah di pondok ladangnya setelah dikeroyok I yang datang bersama keluarganya. I Cs merasa sakit hati karena sebelumnya korban menganiaya I menggunakan batu. Akibatnya, kepala I bocor.

“Permasalahan utama karena pelaku tidak terima dianiaya oleh korban,” ungkap Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, SH., S.IK., M.AP., melalui Kapolsek Plampang IPTU Harirustaman, SH., Minggu (18/5).

Diceritakan, kasus yang terjadi Sabtu sore pukul 16.00 Wita itu, bermula ketika F dan I berboncengan sepeda motor menuju Bendungan Biara Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang. Di jalan mereka dihentikan SA (korban) dan G untuk menanyakan uang sewa lahan milik HM.

Keduanya sempat cekcok yang membuat SA mengambil batu lalu memukulkan ke kepala I menyebabkan luka di bagian kening hingga keluar darah.

Baca Juga:  Polisi Tutup Lokasi Tambang Maut di Gapit

Dalam kondisi terluka I kembali ke pondoknya dan dilihat oleh IM.  I langsung dibawa ke puskesmas untukb pengobatan. Mendengar kejadian tersebut, keluarga I tidak terima dan mendatangi pondok korban yang berlokasi di Desa Muer.

Setibanya di TKP tepatnya ladang bawang, keluarga I melakukan penyerangan menggunakan sebilah parang mengenai di bagian kepala kanan dan kepala kiri, punggung sehingga korban meninggal dunia di tempat.

Melihat kejadian itu, saksi A melarikan korban ke puskemas menggunakan mobil carry. Sesampainya korban di Puskesmas Plampang, petugas medis menyatakan korban sudah tidak bernyawa.

Menanggapi informasi tersebut, personel Polsek Plampang menuju TKP untuk melakukan penyelidikan. Menurut keterangan, kedua belah pihak berasal dari Kecamatan Belo, Kabupaten Bima dan sama-sama pendatang untuk bertani bawang di wilayah Plampang.

Baca Juga:  Pelaku Penggelapan Motor Asal Abiantubuh Diamankan Polsek Cakranegara

Kapolsek Plampang bersama anggota dan dibantu Tim Opsnal Polres Sumbawa berhasil mengamankan lima orang terduga. Selanjutnya dibawa ke Mapolres Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek menghimbau seluruh pihak agar dapat menyerahkan seluruhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib dan tidak melakukan hal-hal lain yang melanggar hukum. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *