Mengenal Tradisi Barapan Kebo di Kabupaten Sumbawa 

Oleh : Aan Okasari 

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samawa 

Permainan adalah hal yang disukai oleh anak-anak. Ada banyak jenis permainan yang bisa dimainkan. Pada umummya permainan di bagi menjadi 2 jenis ada permainan modern dan permaian tradisional. Permainan tradisional adalah permainan yang diturunkan dari nenek moyang yang di dalamnya mengandung berbagai unsur dan nilai. Memainkan permainan tradisional kita tidak hanya mendapatkan keasikannya saja namun kita juga mendapat manfaat juga dari bermain.

Menurut James Dananjaja, permainan terdisional adalah salah satu bentuk  permaianan anak-anak, yang beredar secara lisan di antar anggota kolektif tertuntuk, berbentuk tradisional dan diwarisi turun trmurun, serta banyak mempunyah variasi. Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat, indonesia. Barapan Kebo adalah permaian rakyat yang ada di Pulau Sumbawa Kabupaten Sumbawa, Nusa Tengara Barat. Sandro dalam bahasa sumbawa artinya Dukun, konon katanya, pada jaman dahulu barapan kebo menjadi ajang pertarungan ilmu para sandro, biasanya para sandro akan berdiri disekitar sakak/garis finish kemudian mengganggu kerbau yang sedang berlomba, misalnya dengan membuatnya terjatuh atau berbelok arah, hanya saja sang joki dan kerbau yang diganggu pun memiliki sandro pula, sehingga disitulah terjadi perang ilmu.

Namun dimasa sekarang, dalam event barapan kebo sandro sudah tidak dipakai lagi. Bukan hadiah yang menjadi fokus utama dari event barapan kebo ini, karena memang hadiahnya tidaklah banyak, bahkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik kerbau jauh lebih banyak dari hadiah yang disediakan oleh panitia, akan tetapi bagi pemilik kerbau, perlombaan ini merupakan sebuah pertarungan prestise dan martabat. Imbas lainnya adalah pada harga kerbau yang melonjak jika menjadi juara, bahkan katanya sepasang kerbau pemenang bisa dihargai hingga ratusan juta rupiah. Sejalan dengan perkembangan dunia pariwisata saat ini, barapan kebo kini dijadikan suguhan yang menarik untuk disaksikan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumbawa, dan juga barapan kebo ini adalah merupakan bagian dari aset budaya yang harus dijaga kelestariannya. Bahkan beberapa hotel di Sumbawa menjual permainan rakyat ini sebagai  paket wisata bagi para wisatawan asing.

Baca Juga:  Etika Pancasila Dalam Kaum Milenial 

Barapan kebo atau karapan kerbau merupakan permainan rakyat yang ada di Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Barapan kebo ini merupakan suatu tradisi masyarakat agraris Sumbawa termasuk Sumbawa Barat yang hingga kini masih hidup di “Tana Samawa” (sebutan lain bagi Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat). Konon ceritanya, barapan kebo merupakan acara selamatan yang muncul dari tradisi bertani masyarakat “Tana Samawa”. Berangkat dari keinginan untuk menjadikan tanah yang mestinya siap ditanami padi sebanyak tiga kali. Dikarenakan jenis tanah di Pulau Sumbawa yang umumnya adalah tanah liat, maka barapan kebo diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu petani dalam membajak sawah agar tanah yang akan ditanami dapat teroptimalkan dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi barapan kebo terus berkembang sampai sekarang, bahkan event budaya khas Sumbawa ini dilaksanakan setiap tahun, baik untuk kepentingan amal (menghimpun dana bagi pembangunan masjid, musholla, dan lain-lain), maupun dipertandingkan dengan hadiah berupa piala, kain sarung, kain bakal baju (batik), dan televisi yang disediakan bagi para pemenangnya.

Hampir setiap desa menyelenggarakan barapan, hingga dari pihak panitia sendiri harus mengundang peserta dari luar Kabupaten Sumbawa untuk menyemarakkan acara. Ketika tradisi Barapan Kebo ini berlangsung, masyarakat Sumbawa dan sekitarnya berbondong-bondong menyaksikan jalannya perlombaan. Ditambah lagi area persawahan yang berlumpur terkadang menjadikan wajah para joki terlihat kotor karena terkena cipratan lumpur, namun inilah yang mengundang gelak tawa bagi para penonton Barapan Kebo. Memang kelihatannya sederhana dan mudah, namun ada tantangan tersendiri ketika menjadi joki Barapan Kebo tersebut.

Menjaga kecepatan dan menyeimbangkan tubuh sewaktu mengendarai kerbau agar mengenai saka menjadi hal yang tak mudah untuk dilakukan. Saka adalah tongkat kayu yang ditancapkan di salah satu sudut area sawah, saka ini menjadi tonggak para joki agar dapat menjatuhkan atau mengenai saka dengan waktu secepat mungkin. Pada dasarnya para peserta tradisi Barapan Kebo tidak fokus mengincar hadiahnya saja, namun lebih untuk menikmati keseruan berpartisipasi bersama masyarakat lainnya.

Baca Juga:  Bahaya Narkoba Bagi Para Pelajar dan Remaja 

Para pemilik kerbau dengan antusias mendatangkan kerbau pilihan mereka yang nantinya akan ditandingkan dengan kerbau lainnya. Tradisi seperti ini biasanya dilakukan sebelum dan sesudah musim panen. Barapan Kebo ini adalah ungkapan syukur masyarakat Sumbawa kepada Sang Pencipta sekaligus menjadi salah satu upaya untuk menggemburkan tanah. Selain itu, tradisi ini juga menjadi penyambung silaturahmi masyarakat Sumbawa kepada sesama dengan berbagi suka cita. Tradisi Barapan Kebo ini telah menjadi akar budaya masyarakat Sumbawa yang diberlangsungkan di area sawah terpilih.

Tiap Kerbau yang akan menjadi peserta dalam tradisi ini dibedakan berdasarkan umurnya. Dimulai dari kelas TK hingga kelas dewasa. Umur kerbau biasanya dari 1 tahun sampai 5 tahun (ketika kerbau telah beranjak dewasa). Dalam hal ini tradisi Barapan Kebo lebih menjadi arena martabat dan pertarungan harga diri bagi para joki.

Apalagi harga kerbau akan jadi melonjak apabila berhasil menjadi juara dalam perlombaan Barapan Kebo ini. Bayangkan saja, harga seekor kerbau akan menjadi naik sekitar Rp100 juta. Luar biasa, ya, Sahabat Barapan Kebo adalah salah satu tradisi khas masyarakat Sumbawa yang menjadi ciri khas tradisi Nusantara. Tentunya akan menjadi tanggung jawab bagi para generasi muda agar selalu mencintai budaya sendiri supaya tradisi unik ini tidak akan tergerus oleh zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *