SMPN 2 Moyo Hilir Krisis Air Bersih 

SUMBAWA – Krisis air bersih kerap kali dialami SMP Negeri 2 Moyo Hilir. Terlebih menjelang musim kemarau seperti sekarang ini. Air sumur di sekolah mengering. Untuk menyiasatinya siswa terpaksa diminta untuk membawa air sendiri dari rumahnya.

Kepala SMP Negeri 2 Moyo Hilir Surya Wirawan, S.Pd mengungkapkan, krisis air ini telah berlangsung sejak lama. Kondisi itu disebabkan karena lokasi sekolahnya berada di perbukitan serta jauh dari sumber air.

Selama ini warga sekolah hanya mengandalkan sumur gali yang kedalamannya tidak ideal. Begitu masuk musim kemarau airnya mengering. ”Yah kalau bulan segini airnya habis, kan sudah mau masuk musim kemarau,” kata Surya Wirawan, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (21/7).

Baca Juga:  Bila Diberi Kepercayaan SDN Lempeh Siap Terapkan Full Day School 

Meski demikian, hal itu diakui mantan Kepala SMPN 3 Moyo Hilir ini, tidak sampai mengganggu aktifitas belajar mengajar. Untuk menyiasati kondisi, pihak sekolah terpaksa harus meminta para siswa untuk mengangkut bahkan bawa air sendiri dari rumah.

Tak dimungkiri, air sangat penting untuk menunjang aktifitas warga sekolah. Selain untuk kebutuhan guru dan siswa di toilet, air juga dibutuhkan untuk menyiram tanaman.

Karenanya, Surya Wirawan, yang baru menjabat hampir 7 bulan ini menegaskan, akan bersurat ke instansi terkait agar di sekolahnya dapat dibangun sumur bor. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *