Lokasi TKP Sempat Sulitkan Evakuasi Jenazah Penambang Emas di Desa Gapit

SUMBAWA – Tim Basarnas sempat kesulitan mengevakuasi jenazah empat penambang emas yang tewas di lubang tambang Pelempat Lenyeng, Desa Gapit Kecamatan Empang.

Lokasi tambang cukup jauh. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Desa Gapit. Untuk menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Selain itu, tambang dengan kedalaman 17 meter itu, juga sempit.

Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Rabu (6/10). Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 Wita. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Mulai pukul 14.00 hingga 16.00 Wita.

Dalam proses evakuasi, tim dibantu warga setempat. Dengan alat seadanya, akhirnya proses evakuasi ke empat jenazah berhasil dilakukan.

”Tiga orang masyarakat Desa Gapit turun ke dalam lubang yang dipandu oleh Tim Basarnas untuk mengangkat korban ke atas,” tutur Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, melalui Kapolsek Empang, AKP Sarjan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (06/10).

Baca Juga:  Tes SKB CPNS di Sumbawa Digelar Tanggal 20-22 November 2021 

”Lubang tambangnya juga sempit. Tidak cukup untuk dua orang,” lanjutnya.

Setelah korban berhasil dikeluarkan dari kedalaman belasan meter, korban langsung dibawa ke Puskesmas Empang, untuk diidentifikasi.

Keempat korban diketahui bernama M. Ridwan (29), M. Robi Rafi’i (21), M. Said (33). Ketiganya adalah warga Desa Gapit Kecamatan Empang. Satu lainnya adalah pria 33 tahun, Silet (Nama panggilan), asal Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir.

Sekitar pukul 16.30 Wita, kempat korban diantarkan ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. Menurutnya, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka menerima peristiwa ini murni sebagai musibah.

Baca Juga:  Operasi Bina Kusuma Rinjani, Polres Sumbawa Datangi Hotel dan Penginapan 

Seperti diberitakan, empat penambang emas ditemukan tewas di lumbang tambang di Desa Gapit Kecamatan Empang, Rabu (06/10).
Korban meninggal diduga kehabisan oksigen, setelah terjebak selama beberapa hari pada kedalaman 17 meter.

Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Rabu (6/10). Dilihat dari kondisi jenasah, Pihak BNPB Sumbawa menduga korban telah meninggal sejak Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu. (PS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *