Satgas Covid Kabupaten Cek Tempat Isoter di Desa

SUMBAWA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, melakukan pengecekan keberadaan tempat Isolasi Terpusat (Isoter) di sejumlah desa.

Sekretaris Desa (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs H Hasan Basri, MM, bersama Dandim 1607 Sumbawa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Waka Polres Sumbawa, menyambangi sedikitnya empat desa, yakni Desa Penyaring, Moyo Mekar, Berare dan Kerekeh.

Sekda Sumbawa, Drs H Hasan Basri, MM, yang ditemui di ruang kerjanya usai pengecekan tersebut mengaku sangat bersyukur karena semua desa yang dikunjunginya telah memiliki tempat Isoter. “Tadi kita lakukan pengecekan tempat isolasi terpusat yang ada di desa. Alhamdulillah, semua desa yang kita kunjungi sudah punya Isoter,” ungkapnya.

Seperti halnya di Desa Berare, jelas Haji Bas, sapaan akrabnya, sudah ada satu pasien terkonfirmasi positif yang diisolasi. Dalam penanganan kebutuhan sehari-hari pasien disiapkan pihak desa, dan masyarakat ikut memberikan dukungan. Selain itu, petugas medis juga rutin melakukan pengawasan, karena pasien membutuhkan asupan vitamin dan obat.

Baca Juga:  Beri Perlindungan Lebih Maksimal, Pemda Sumbawa Siapkan Ranperda PMI

Begitupula di Desa Moyo Mekar, sudah ada pasien covid yang diisolasi dan sudah dinyatakan sembuh. “Ini yang kita harapkan seperti itu. Karena kalau diisolasi di rumah, bisa jadi nanti keluarga juga terkena. Tetapi jika di tempat isolasi terpusat, keluarga yang dicintai bisa terlindungi dan terhindar dari penularan. Ini yang terus kita edukasi masyarakat. Kalau memang sudah positif, dan rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri supaya bisa diisolasi terpusat. Jika tempat isolasi terpusat di desa terbatas, kami juga sudah menyediakan tempat isolasi terpusat di Hotel Dewi, untuk yang bergejala ringan atau tanpa gejala. Sedangkan bergejala sedang atau berat sudah disiapkan ruangan di RSUD Sumbawa di lokasi Sering,” terangnya.

Baca Juga:  Pol PP Sumbawa Amankan Sekelompok Pelajar dan Penghuni Kos 

Terkait tempat isoter di desa, lanjutnya, wajib disediakan oleh desa. Sebab amanat dari regulasi, wajib disisihkan 8 persen dari dana desa untuk penanganan covid-19. Salah satunya menyiapkan tempat Isoter. “Tadi kita sudah lihat beberapa desa. Kita akan lihat besok atau lusa tunggu waktu pas akan lihat ke wilayah desa yang lainnya. Semua desa wajib menyiapkan Isoter,” pungkasnya. (PS)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *