Puluhan Truk Komoditi Pertanian Terjaring Razia Karantina 

Redaksi
8 Agu 2025 23:45
2 menit membaca

SUMBAWA BARAT – Puluhan kendaraan angkutan barang yang memuat komoditas pertanian seperti jagung, gabah, bawang merah, dan kacang-kacangan terjaring dalam Operasi Patuh Karantina 2025 yang digelar di Pelabuhan Pototano, Kamis (8/8).

Kegiatan ini dilakukan Karantina NTB bekerja sama dengan sejumlah instansi, termasuk Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL), TNI, dan Kesyahbandaran.

Berbeda dari operasi biasanya, kegiatan kali ini menonjolkan pendekatan humanis dalam mengedukasi pelaku usaha dan masyarakat agar lebih sadar pentingnya kepatuhan terhadap prosedur karantina sebelum melalulintaskan hewan, ikan, dan tumbuhan antarwilayah.

Kepala Karantina Pertanian NTB, Agus Mugiyanto, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran, bukan sekadar penindakan.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha baik dalam skala besar maupun kecil, untuk melaporkan kepada petugas karantina sebelum melalulintaskan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Kami lakukan ini dengan pendekatan yang humanis,” ujar Agus dalam sambutannya.

Operasi tak hanya menyasar kendaraan pengangkut barang, tapi juga memeriksa bagasi penumpang bus, travel, hingga kendaraan pribadi. Dalam beberapa kasus, ditemukan komoditas tanpa dokumen resmi karantina. Namun, alih-alih langsung menindak, petugas lebih dulu melakukan sosialisasi.

“Barang-barang yang tidak dilengkapi dokumen karantina kami arahkan untuk segera mengurus dokumennya. Edukasi menjadi langkah awal yang kami kedepankan,” tambahnya.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa petugas tetap memperhatikan risiko biologis yang ditimbulkan. Salah satu contohnya adalah temuan 9 ekor ayam dalam bagasi bus yang terpaksa ditahan karena berpotensi menularkan penyakit hewan seperti HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina).

“Pertimbangan risiko penularan penyakit tetap menjadi perhatian. Seperti kasus ayam tadi, kami larang menyeberang keluar Pulau Sumbawa,” ujar Agus.

Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, Karantina NTB berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya prosedur karantina demi menjaga keberlangsungan pertanian dan peternakan yang sehat serta bebas hama penyakit. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *