Suaminya Dilantik jadi Kepala OPD, Wabup Novi Tegaskan Tetap Profesional

SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, resmi melantik 7 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Senin (01/11/2021), di Aula H. Madilaoe ADT, lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Salah satu pejabat yang ikut dilantik adalah Agus Mustamin, S.Sos., M.Si. Agus tak lain adalah suami dari Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany S.Pd., M.Pd. Ia resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Dimintai tanggapannya, Wabup Dewi Noviany, mengaku bersyukur karena yang dilantik adalah yang terbaik karena melalui proses seleksi yang transparan.

“Siapapun punya hak untuk mengikuti seleksi, dan tidak semua memiliki hak untuk dipilih, karena tergantung dari kompetensi yang dimiliki. Kalau dia mampu, silakan, dan semua dinilai secara obyektif. Mengenai terpilihnya suami saya karena memang memiliki nilai tertinggi dari hasil seleksi. Hanya saja secara kebetulan saya sebagai istrinya menjabat sebagai Wakil Bupati,” kata Novi, sapaan akrabnya, saat ditemui usai pelantikan.

Baca Juga:  Warga Kendo Kota Bima Ditemukan Tewas Gantung Diri

Agus Mustamin, kata Wabup, bukanlah pejabat karbitan. Sebagai birokrat, Agus memiliki rekam jejak yang panjang dan pernah menjabat beberapa jabatan penting dan strategis, termasuk dipercaya sebagai salah satu Kepala Bidang di Bapenda Propinsi NTB.

Mengenai posisi Agus Mustamin sebagai Kepala Bapenda, yang dinilai strategis karena berkaitan dengan pendapatan daerah, mengingat di masa pandemic ini PAD menurun, menurut Wabup, itu menjadi tantangan sekaligus PR bagi pejabat baru.

Pemerintahan Mo—Novi, tegasnya, memberlakukan reward dan punishment. Ketika kinerjanya bagus, akan diberikan reward. Sebaliknya, jika tidak akan diberikan punishment. “Kalau kinerjanya tidak bagus, kita ganti dengan yang dianggap mampu. Kita harus professional, karena ini menyangkut kepentingan rakyat dan daerah. Jadi tidak mentang-mentang beliau itu suami saya. Kalau di rumah beliau adalah suami, atasan dan pemimpin saya. Saya harus taat sebagai seorang istri. Tapi di pemerintahan berbeda. Kita harus tahu posisi,” pungkasnya. (PS)

Baca Juga:  Seleksi P3K, NIP 141 Tenaga Kesehatan Diusulkan, Tenaga Guru dan Tehnis Masih Tunggu Pengumuman Resmi 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *