Wabup Novi Lounching Kampung KB dan Dashat Desa Kerekeh 

SUMBAWA – Ditandai dengan pemukulan Gong, Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, resmi melounching Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes, Jum’at (14/10).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kampung KB Olat Ojong Desa Kerekeh ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB beserta tim, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Dompu, sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan Camat, serta Kepala Desa dan warga masyarakat Desa Kerekeh.

Dalam sambutannya, Wabup menjelaskan bahwa Kampung KB yang dulunya merupakan akronim dari Kampung Keluarga Berencana kini telah bertransformasi menjadi Kampung Keluarga Berkualitas yang ditandai dengan adanya konvergensi dan keterpaduan program dengan stakeholder terkait guna penguatan institusi keluarga.

Kampung KB ini menurutnya bukan hanya sebatas program KB atau layanan kontrasepsi semata, namun lebih kepada upaya pemberdayaan lintas sektor dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat, termasuk dalam mengatasi persoalan stunting.

Lebih lanjut Wabup menyebutkan, kasus stunting di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah mengalami penurunan pada angka 8,39%. Bahkan berdasarkan penilaian kinerja kabupaten/kota terhadap pelaksanaan aksi 1-8 konvergensi penurunan stunting tingkat Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa berhasil meraih predikat terbaik 1 menyisihkan 9 kabupaten/kota se-provinsi NTB setelah dua tahun berturut-turut berada pada posisi tiga.

Baca Juga:  Sumbawa Masuk Top 40 Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Meski demikian, Wabup berharap agar penanganan stunting harus tetap fokus dilakukan salah satunya melalui Kampung Keluarga Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB yang diwakili Lalu Nuzulul Uzwan dalam sambutannya menyebutkan, pada tanggal 15 April 2020 diterbitkan SE Mendagri yang mengubah Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, hal ini dilatarbelakangi hasil evaluasi BPK bahwa Kampung Keluarga Berencana belum berjalan secara optimal karena belum adanya kebijakan dan prosedur tentang keterlibatan lintas sektor.

Menyikapi hal ini, Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas kepada 13 Kementerian, 1 Badan (BKKBN) dan seluruh Kepala Daerah.

Lebih lanjut, Uzwan menyebutkan jumlah Kampung Keluarga Berkualitas yang sudah terbentuk secara nasional yaitu sebanyak 16.792. Sedangkan di NTB, jumlah Kampung KB yang ada sebanyak 288 dan ditargetkan pada tahun 2022 ini terjadi peningkatan menjadi 562 Kampung KB. Adapun di Kabupaten Sumbawa, jumlah Kampung KB yang ada sebanyak 34 dan ditargetkan meningkat menjadi 76 di tahun 2022.

Baca Juga:  Tahun Ini Pemda Sumbawa Tuntaskan Pembangunan Ruas Jalan Samota 

Di akhir kegiatan, Wabup meninjau Dapur Sehat di Sekretariat Kampung KB Olat Ojong Desa Kerekeh. Dapur sehat ini nantinya akan digunakan untuk memproduksi makanan sehat pada program pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil dan menyusui sebagai ikhtiar pencegahan stunting di tingkat desa. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *