Bupati Sumbawa Lounching Budaya Sekolah dan Gerakan Museum Masuk Sekolah 

SUMBAWA – Bertempat di SD Negeri 7 Alas, Kecamatan Alas, Sabtu (1/10), Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, melounching Budaya Sekolah yang dirangkaikan dengan kegiatan Museum Masuk Sekolah (MMS) di Kecamatan Alas. Bupati yang datang bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, bersama Kepala Perangkat Daerah serta Camat Alas ini, disambut hangat dan meriah, dengan berbagai tampilan kesenian oleh siswa-siswi sekolah se Kecamatan Alas.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Korwil Pendidikan Kecamatan Alas yang telah menggagas kegiatan yang sangat menarik, kreatif dan inovatif ini.

Bupati yang biasa disapa Haji Mo’ ini mengaku bangga karena sekolah-sekolah di Kecamatan Alas, khususnya SD Negeri 7 Alas, telah menindaklanjuti ikhtiar yang dilakukan pemda melalui program Sabtu Budaya dalam rangka penguatan pendidikan karakter dan praktik baik di lingkungan sekolah.

“Saya sangat menyambut baik program budaya sekolah ini sebagai ajang untuk membudayakan praktik-praktik baik di lingkungan sekolah, menumbuhkan kreativitas, mengembangkan budaya dan kearifan lokal, serta menguatkan karakter siswa di era globalisasi yang penuh tantangan dewasa ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Puluhan Juta Uang Tabungan Siswa SDN 11 Sumbawa Raib

Pemda menurutnya, terus menggalakkan implementasi pendidikan karakter pada semua jenjang pendidikan, yang mana pada tanggal 4 Oktober Tahun 2021 lalu, telah dilounching sebuah regulasi yang cukup progresif untuk membangun dan memperkuat pondasi pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Yakni Peraturan Bupati Sumbawa No. 33 Tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter.

Regulasi ini menjadi sangat penting, bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui pusat penguatan karakter Kemendikbudristek karena berbasis nilai-nilai luhur budaya daerah sumbawa, yaitu “Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge” (Takut Kepada Allah SWT dan Malu Berbuat Tercela).

Bupati menegaskan, program Budaya Sekolah ini juga sangat sejalan dengan konsep kebermaknaan dalam kegiatan pembelajaran, atau dalam istilah singkatnya, “pendidikan yang ber-nilai”. Artinya, pendidikan jangan lagi difungsikan sebagai formalitas kegiatan pemerintah yang menghabiskan anggaran saja.

Tetapi betul-betul harus mampu memberikan value (nilai) bagi peserta didik, sehingga mereka mampu hidup secara dinamis di masyarakat, mampu beradaptasi, dan terbebas dari rasa ketergantungan terhadap orang lain, karena ilmu yang diperoleh mampu menopang perjuangannya untuk mencapai penghidupan yang layak.

Baca Juga:  Bangganya SMAN 3 Sumbawa Dua Alumninya Masuk Akmil

Begitu juga gerakan Museum Masuk Sekolah (MMS). Bupati berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan masyarakat ke museum daerah. “Semoga ikhtiar ini terus didukung oleh semua pihak termasuk para orang tua dan masyarakat serta siswa diharapkan tidak hanya mampu mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi sebatas teori, tetapi betul-betul menjadi keterampilan hidup yang dapat dijadikan bekal untuk hidup secara bermakna bagi semua peserta didik,” tutupnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *