Tukang Kebun Ditemukan Tewas, Badik Masih Tertancap di Perut

SUMBAWA – Lingkungan Pendopo Bupati Sumbawa, dibuat geger. Salah seorang tukang kebun setempat ditemukan tewas, Senin (04/10), sekitar pukul 11.30 Wita.

Korban yang teridentifikasi bernama Darwin als Win (52), ditemukan anggota Satpol PP yang piket di kediaman Bupati di dekat Pos Jaga. Di perut korban masih tertancap pisau jenis badik.

Saat itu juga, korban dilarikan ke RSUD Sumbawa, untuk mendapat penanganan medis. Setelah beberapa jam, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kematian korban menimbulkan pertanyaan, apakah korban bunuh diri atau dibunuh. Untuk memastikannya, Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Sumbawa, turun melakukan olah TKP.

Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho S.I.K., melalui Kasat Reskrim, IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K., Selasa (05/10), menuturkan, korban pertama kali ditemukan saksi Ade Kasiran, tergeletak di samping pos jaga dalam keadaan perut sudah tertancap pisau jenis badik. Ia kemudian memanggil rekan kerjanya untuk melihat kondisi korban.

Baca Juga:  Gerak Cepat, Polisi Bekuk Pencuri Sarang Walet di Labangka 

Dibantu rekan lainnya korban dibawa ke RSUD Sumbawa, menggunakan pick-up.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis termasuk menjalani operasi. Sekitar pukul 18.30 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU RSUD.

“Olah TKP sudah kita lakukan. Begitu juga dengan barang bukti sudah dikumpulkan, termasuk keterangan saksi-saksi,” ujar Kasat Reskrim.

Hasilnya, kata Kasat Reskrim, tidak ditemukan bercak darah di TKP. Pisau badik yang tertancap di perut korban, adalah miliknya sendiri.

Dari keterangan petugas yang berjaga di pendopo, tidak pernah melihat orang lain masuk ke lingkungan setempat kecuali mereka yang berjaga. “Jarak antara rumah tempat tinggal korban di pendopo, tidak jauh dari pos jaga,” lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Dompu ini.

Baca Juga:  Disambar Petir, Warga Desa Pukat Utan Tewas Ditempat 

Pihaknya juga telah meminta keterangan keluarga korban. Menurutnya keluarga, sebelumnya korban yang sedikit mengalami gangguan mental ini terlihat gelisah.  Keluarga juga menolak untuk diotopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.

Dari keterangan saksi dan hasil olah TKP ungkap Kasat Ivan, korban diduga kuat bunuh diri, dan tidak ada hal yang menguatkan bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh. (PS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *