Lestarikan Warisan Budaya, Bupati H. Jarot Buka Nuja Rame Lamenta

admin
22 Jul 2026 14:34
3 menit membaca

SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi membuka kegiatan adat Nuja Rame yang digelar masyarakat Desa Lamenta, Kecamatan Empang, di Lapangan Lamenta, Rabu (22/7/2026).

Tradisi turun-temurun yang dilaksanakan setiap usai musim panen tersebut dihadiri jajaran Forkopimca Kecamatan Empang, kepala perangkat daerah terkait, Camat Empang, Kepala Desa Lamenta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Suasana Lapangan Lamenta tampak semarak dengan kehadiran kelompok-kelompok ibu yang membawa hasil panen berupa padi, kacang hijau, dan berbagai hasil bumi lainnya sebagai simbol rasa syukur atas nikmat panen. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan semakin memperlihatkan kuatnya komitmen warga dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Muhammad Taufik menyampaikan bahwa Nuja Rame merupakan warisan budaya leluhur yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Lamenta. Tradisi yang digelar setiap usai musim panen ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Lamenta, H. Sirajuddin, berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendukung pembangunan desa. Ia menyampaikan tiga program prioritas yang ditargetkan rampung sebelum tahun 2030, yakni pembangunan masjid, lapangan sepak bola, dan panggung serbaguna. Ia juga melaporkan bahwa semangat Program Sumbawa Hijau Lestari mulai tumbuh di tengah masyarakat, ditandai dengan adanya 3 warga Lamenta yang telah memulai penanaman pohon kemiri, kopi, alpukat, dan berbagai tanaman produktif lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Desa Lamenta yang terus menjaga Nuja Rame sebagai warisan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi yang berarti menumbuk padi secara bersama-sama tersebut bukan sekadar budaya, tetapi menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal sosial dalam membangun daerah.

“Melalui Nuja Rame, kita diajarkan untuk selalu bersyukur, saling membantu, dan bergotong royong. Semangat seperti inilah yang harus terus kita pelihara karena menjadi kekuatan utama dalam membangun Sumbawa,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari melalui gerakan menanam pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber mata air. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan bibit pohon secara gratis. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memberikan penghargaan kepada warga Desa Lamenta yang telah memulai penanaman pohon kemiri, kopi, alpukat, dan tanaman produktif lainnya dengan hadiah masing-masing satu ekor sapi.

Melalui penyelenggaraan Nuja Rame, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *