305 KK di Sumbawa Terdampak Banjir Bandang Ropang

admin
16 Mar 2026 04:11
2 menit membaca

SUMBAWA – Banjir bandang menerjang tiga dusun di Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Minggu (15/3). Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar lima jam, sehingga menyebabkan aliran air meluap dan merendam permukiman warga.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, tiga dusun yang terdampak yakni Dusun Ropang A, Dusun Ropang B, dan Dusun Semaning. Sedikitnya 305 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, mengatakan hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 11.00 hingga 16.00 Wita. Kondisi ini memicu peningkatan debit air yang dengan cepat meluap ke permukiman warga.

“Setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan kecamatan, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus pendataan dampak bencana,” ujarnya, Senin (16/3).

Dari hasil pendataan sementara di lapangan, sebaran warga terdampak meliputi Dusun Ropang A sebanyak 85 KK, Dusun Ropang B 120 KK, dan Dusun Semaning 100 KK.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Tercatat tiga unit deket mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus deras.

BPBD menyebutkan, hingga kini proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya kerusakan lain yang belum teridentifikasi.

Dalam penanganan bencana tersebut, berbagai unsur diterjunkan ke lokasi. Personel gabungan terdiri dari tim BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, pemerintah desa dan kecamatan, tenaga kesehatan dari Puskesmas, Pramuka, relawan, serta masyarakat setempat.

“Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus kami lakukan, termasuk penyampaian perkembangan situasi kepada pihak terkait,” tambah Nurhidayat.

Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini masih dalam tahap penanganan darurat. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah tersebut.

“Pendataan dan penanganan dampak bencana masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” pungkasnya. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *