Bupati H. Jarot Kebut Sumbawa Jadi Sentra Investasi dan Lumbung Garam Nasional

admin
30 Sep 2026 00:34
3 menit membaca

JAKARTA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., terus mengintensifkan langkah strategis untuk membuka ruang investasi sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sumbawa dalam peta pembangunan nasional.

Dalam rangkaian agenda di Jakarta, Bupati Jarot tidak hanya melakukan audiensi dengan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), tetapi juga membawa langsung agenda pengembangan kawasan pergaraman Sumbawa ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Audiensi dengan Dewan Nasional KEK berlangsung di Kantor Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumbawa menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, khususnya dalam pengembangan kawasan ekonomi dan industri.

Dari agenda KEK, langkah Bupati Jarot berlanjut ke Gedung BJ Habibie, Jakarta. Bersama jajaran Pemkab Sumbawa dan pimpinan DPRD, ia membahas hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman Sumbawa bersama BRIN.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk mematangkan konsep pengembangan kawasan pergaraman, termasuk penguatan basis kajian dan penyusunan langkah strategis agar potensi garam Sumbawa dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Bupati Jarot menegaskan bahwa pengembangan garam tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku.

“Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional,” ujarnya.

Karena itu, konsep yang didorong bukan sekadar memperluas produksi, tetapi membangun ekosistem pergaraman dari hulu hingga hilir. Produksi, pengolahan, pemasaran, penguatan kelembagaan, hingga keterhubungan dengan kebutuhan industri nasional menjadi bagian yang perlu disiapkan secara matang.

Salah satu target strategis yang mengemuka adalah memperkuat usulan kawasan pergaraman Sumbawa agar dapat masuk dalam agenda pembangunan strategis nasional, termasuk usulan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., yang turut mendampingi Bupati Jarot bersama Wakil Ketua III DPRD Zulfikar Demitry, SH., MH., menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.

Rangkaian agenda di Jakarta menunjukkan upaya Pemkab Sumbawa untuk membangun konektivitas antara berbagai potensi daerah.

Pengembangan KEK, industri garam nasional, konektivitas transportasi, investasi strategis, ekonomi biru, pariwisata, hingga penguatan UMKM merupakan bagian dari ekosistem ekonomi yang saling berkaitan.

Bupati Jarot pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, BRIN, Dewan Nasional KEK, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Bagi Bupati Jarot, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menunjukkan bahwa Sumbawa memiliki potensi besar. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi investasi, industri, lapangan kerja, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat Tana Samawa. (PS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *