Pembangunan Tugu Bale Jam Simpang Sernu Kantongi Rekomendasi LATS 

SUMBAWA – Pembangunan Tugu IM3 berbentuk “Bale Jam” di Taman Simpang Sernu yang masih dalam tahap pengerjaan menjadi pembicaraan serius di media sosial. Bahkan sempat memantik pro dan kontra.

Menyikapi hal tersebut, Senin (6/5) Kadis Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Drs Hasanuddin memberikan penjelasan. Disebutkannya, pembangunan Tugu berbentuk Bale Jam di Taman Simpang Sernu ini merupakan inisiatif dari IM3 sesuai proposal mereka pada Bulan November 2023 tentang Pembangunan Tugu IM3, melalui Brand Management & Strategy IM3 Sumbawa Besar.

Pembangunan Tugu ini sebagai strategic partnership antara Indosat Ooredoo Hutchison dari Brand IM3 dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta untuk membangun hubungan yang baik dengan warga sekitar. Selain itu, monument ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sejak awal penyampaian inisiatif terkait hal ini, ungkap Hasanuddin, sudah melalui beberapa tahapan. Yakni, adanya proposal IM3 November 2023 tentang Pembangunan Tugu IM3. Dilanjutkan ekspose Penataan Taman Simpang Sernu pada 5 Desember 2023 yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Baca Juga:  Wabup Novi Serahkan Bantuan Untuk Masjid   

Kemudian pengajuan permohonan rekomendasi kepada Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, sebagaimana Surat Sekretaris Daerah Nomor 600.1.5/030/Adm.Pemb/2024, tanggal 09 Januari 2024. Permohonan ini direspon sehingga diterbitkannya

Rekomendasi Pembangunan Tugu Bale Jam dari Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, sebagaimana Surat Ketua LATS Nomor 01/Pajatu/LATS/I/2024, tanggal 11 Januari 2024.

“Secara obyektif, pembangunan tugu berbentuk Bale Jam di Taman Simpang Sernu, sesungguhnya telah melalui proses yang sistematis dengan melibatkan berbagai pemikiran dan kebijaksanaan banyak unsur masyarakat yang secara detil dituangkan dalam Notulensi Rapat Ekspose Penataan Taman Simpang Semu,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa kata Hasanuddin, sangat terbuka terhadap semua saran konstruktif dari berbagai pihak dalam setiap pelaksanaan pembangunan dengan ketersediaan berbagai kanal dan media.

Baca Juga:  Dispussip Sumbawa Gelar Sayembara Penulisan Sinopsis dan Resensi Buku 

“Segala pendapat yang berkembang setelah pembangunan tugu sedang berlangsung dan mendekati fase akhir yang semestinya terakumulasi pada tahap perencanaan pada dasarnya dapat dipahami, karena tidak bisa semuanya dapat terlibat sebelumnya,” pungkasnya. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *