Sumbawa Dapat Program Pengembangan 800 Hektar Lahan Kering 

SUMBAWA – Kabupaten Sumbawa, mendapatkan program optimalisasi dan pengembangan lahan kering pada tahun 2023 mendatang, dari Kementerian Pertanian. Rencananya, program ini akan dilaksanakan di 800 hektar lahan di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Sukiman, Selasa (15/11) mengatakan, saat ini, Sumbawa memiliki luas lahan kering yang belum sepenuhnya digarap secara maksimal. Akhirnya, Kabupaten Sumbawa mendapatkan program bagi optimalisasi lahan kering seluas 500 hektar dan program pengembangan lahan kering seluas 300 hektar.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan program optimalisasi lahan kering seluas 500 hektar itu pengelolaannya dilakukan oleh kelompok tani yang memiliki luas lahan maksimal masing-masing 25 hektar. Program ini dilaksanakan di Kecamatan Orong Telu, Lenangguar, Lopok dan sejumlah Kecamatan lainnya.

Sementara untuk program pengembangan lahan kering seluas 300 hektar juga tengah dilakukan survey identifikasi disejumlah kecamatan potensial. Dalam program tahun ini, ada enam kelompok tani penerima yakni di Kecamatan Moyo Hilir dan Lopok. Untuk itu, pemerintah pusat telah melaksanakan program pembangunan fisik untuk membuat dan membangun rumah pompa mesin dengan kapasitas 30 PK. Dengan potensi pasokan air yang ada dimasukkan kedalam bak penampungan. Sehingga kebutuhkan air bagi pengolahan lahan pertanian dapat tersedia sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga:  Kabupaten Sumbawa Raih Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Terbaik di NTB 

Menurut Sukiman, program pengembangan lahan kering ini diperuntukkan bagi lahan berbentuk tegalan yang tidak pernah dikelola dan ditanam secara maksimal oleh masyarakat. Tetapi memiliki sumber mata air yang bisa dijangkau.

Sehingga sesuai dengan juklak dan juknis bagi kelompok tani yang mendapatkan program pengembangan lahan kering ini, nantinya akan mendapatkan bantuan penanaman jagung dan bantuan lainnya. Dengan nilai sebesar 7,5 juta rupiah per-orang, yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelian bibit maupun untuk biaya pengolahan dan pembersihan lahan.

Karena itu, kedua program ini tentunya diharapkan akan mendapatkan bantuan bagi pembangunan sejumlah infrastruktur lainnya. Sehingga pemanfaatan lahan kering benar-benar dapat dikelola dengan baik, untuk kesejahteraan petani itu sendiri. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *