DPK NTB Serahkan Sertifikat Akreditasi Perpustakaan Sekolah dan PT di Sumbawa 

SUMBAWA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB, menyerahkan 63 sertifikat Akreditasi Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi (PT), dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-63 menuju NTB Gemilang.

Penyerahan sertifikat dilakukan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., M.AP, di aula SMA Negeri 2 Sumbawa, Selasa (07/12/2021). Kegiatan ini dihadiri juga KCD Dikbud Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Sumbawa, serta kepala sekolah dan perguruan tinggi yang mendapatkan sertifikat akreditasi.

“Jadi di usai NTB yang ke 63 tahun ini, ada 63 sekolah dan perguruan di seluruh NTB, yang mendapatkan sertifikat akreditasi perpustakaan. Dari 63 ini, 28 ada di wilayah Kabupaten Sumbawa. Untuk Sumbawa, kita serahkan di SMAN 2 Sumbawa, sekaligus pengarahan kepada seluruh kepala sekolah yang mendapatkan sertifikat,” ujar Julmansyah, saat ditemui usai penyerahan sertifikat akreditasi.

Dijelaskan Julmansyah, pemberian sertifikat akreditasi ini sebagai bentuk pengakuan bahwa perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi telah memenuhi syarat dalam melakukan pelayanan perpustakaan secara baik dan layak.

Baca Juga:  Hingga Oktober, PAD Uji KIR Capai 57,9 Persen 

Hal ini dilakukan supaya ada motivasi kepala sekolah lainnya yang perpustakaan sekolahnya belum terakreditasi, untuk membenahi manajemen perpustakaannya. Sekaligus menjadi bahan bagi KCD maupun Kadis Dikbud kabupaten/kota untuk memacu sekolah yang lain memanfaatkan kebijakan relaksasi yang dikeluarkan Perpustakaan Nasional untuk mengajukan akreditasi.

“Tadi saya sampaikan kenapa kita penting melakukan akreditasi, supaya ada pembenahan manajemen perpustakaan sekolahnya. Karena salah satu indikator atau komponen penilaian indeks literasi masyarakat oleh Perpustakaan Nasional itu adalah, seberapa banyak perpustakaan sekolah yang ber-SNP (Standar Nasional Perpustakaan) di provinsi itu. Jadi, semakin banyak sekolah yang sudah mendapatkan sertifikat akreditasi, itu akan membantu untuk meningkatkan angka literasi,” terangnya.

Diungkapkannya, saat ini di Provinsi NTB perpustakaan sekolah maupun perguruan tinggi yang terakreditasi masih kecil dibandingkan jumlah perpustakaan yang ada. Kemungkinan di bawah 20 persen. Pemprov dalam hal ini terus memfasilitasi, melakukan monitoring dan pembinaan.

Bahkan pada 15 Desember 2021 mendatang pihaknya akan mengadakan bimbingan teknis virtual bagi pengolaan perpustakaan sekolah untuk 630 perpustakaan sekolah semua jenjang dalam rangka HUT NTB ke 63. “Itu langkah yang kami lakukan agar para kepala sekolah mulai melihat, membenahi perpustakaan sekolahnya,” bebernya.

Baca Juga:  Bupati Sumbawa Sampaikan Pendapat Akhir Terhadap Raperda Tentang APBD T.A 2022   

Di sisi lain, pihaknya sudah menyampaikan kepada para kepala sekolah bahwa ada fungsi perpustakaan yang sekarang sudah terlupakan. Yakni fungsi rekreasi. “Jadi perpustakaan itu harus nyaman, harus orang betah di situ,” ucapnya.

Ia pun mengakui bahwa tidak semua pengelola perpustakaan sekolah adalah pustakawan. Kadang-kadang ditemukan pengolah perpustakaan sekolah itu guru olahraga, guru-guru yang jam mengajarnya kecil, Bahkan ada juga yang honor. “Jadi memang kita mesti mengangkat harkat martabat dari perpustakaan itu. Makanya kami sekarang kan road show ketemu para kadis perpustakaan kabupaten/kota untuk memacu itu,” ucap Julmansyah. (PS)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *